Tiongkok Bangun Waduk di Laut China Selatan

Editor: Ivan Aditya

CHINA, KRJOGJA.com – China diduga membangun waduk di salah satu pulau buatan di Laut China Selatan. Waduk itu disebut bisa tumbuh sekitar satu meter per tahun atau dua kali kecepatan penyerapan air serupa pada pulau-pulau alami. Menurut penelitian, pulau tersebut juga cukup banyak mendapat curah hujan setiap tahun yakni hampir 3.000 mili meter atau lima kali dari daratan China.

Dalam jurnal hidrologi yang dirilis bulan lalu oleh peneliti Institut Kelautan Laut China Selatan di Guangzhou, waduk air tawar itu ditemukan di bawah batu karang Fiery Cross Reef atau yang dikenal China sebagai Pulau Yongshu.

“Mereka (waduk-waduk) itu dapat berfungsi sebagai sumber daya air yang penting bagi penduduk dan ekosistem setempat,” bunyi jurnal yang digagas oleh ahli geologi kelautan Xu Hehua dan timnya.

Para peneliti menuturkan fenomena pembentukan waduk air tawar yang dikenal sebagai freshwater lens ini dapat memakan waktu hingga 150 tahun untuk terbentuk dan stabil di sebuah pulau alami. Namun, pembentukan sumber air tawar di Fiery Cross Reef ini tampak bergerak lebih cepat.

Xu dan timnya menemukan bahwa freshwater lens di pulau itu muncul hanya dua tahun setelah reklamasi selesai. Tahun ini, peneliti mengukur waduk air tawar itu sedalam tujuh meter dan diperkirakan akan meluas hingga 15 meter pada 2035.

Batu karang Fiery Cross merupakan bagian dari Kepulauan Spartly yang menjadi sengketa China, Vietnam, dan Filipina. Batu karang itu dulu merupakan terumbu karang kecil biasa sebelum Tiongkok memulai pembangunan pulau reklamasi di wilayah itu pada 2015.

Kini, China telah mengubah batu karang itu menjadi sebuah pulau 10 kali lebih besar dari ukuran aslinya yang sekarang membentang lebih dari dua kilometer persegi. (*)

BERITA REKOMENDASI