Tokoh Agama Bahas Krisis Lingkungan Hidup

NEW YORK, KRJOGJA.com – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengikuti Multi-Religious Partnership for Peace and Development di New York. Kegiatan   diselenggarakan  Religions for Peace (RfP).  Pertemuan dihadiri sekitar 250 tokoh berbagai agama dan pegiat perdamaian dunia dari berbagai negara. Din Syamsuddin hadir sebagai Anggota International Council RfP dan President-Moderator Asian Conference on Religions for Peace (ACRP). 

Pertemuan dua hari tersebut  merupakan kelanjutan World Assembly dari RfP di Lindau, Jerman, Agustus 2019 lalu. Pertemuan membahas isu-isu pencegahan dan transformasi konflik, solusi kerusakan lingkungan hidup, pengembangan kolaborasi lintas agama.

Dalam pengantarnya sesi lingkungan hidup dan kerusakan alam, Din Syamsuddin menegaskan bahwa masalah kerusakan lingkungan hidup telah sampai pada tahap krisis yang serius. Hal ini ditandai dengan terjadi perubahan iklim dan pemanasan global yang melanda dunia terakhir ini, serta berbagai bencana alam yg terjadi beruntun di berbagai belahan dunia. 

Menurut Din, krisis lingkungan hidup  berdimensi banyak, namun sejatinya bersifat krisis moral. Memang banyak faktor picu terhadap terjadinya krisis lingkungan hidup, dari wawasan dan gaya hidup manusia modern hingga kebijakan negara dan kekerasan pemodal (capital violence). "Namun yang tidak bisa diingkari adalah pandangan moral manusia terhadap alam yang keliru," tandasnya.

Banyak manusia modern, lanjut Din yang juga  Ketua Pengarah Siaga Bumi (Indonesia Bergerak Selamatkan Bumi), memandang alam lebih sebagai objek dari pada subjek. "Akibatnya, terhadap alam manusia lebih tampil sebagai perusak tinimbang pengembang," tambahnya.

Padahal agama, menurut Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini, mengajarkan bhw alam, yang disebut Alquran sebagai 'thabi’ah' mengandung arti subjek bukan objek ('mathbu’). "Maka Islam mengajarkan agar manusia memuliakan alam sebagai ciptaan Tuhan yang juga memiliki jiwa. Sebagian dari alam dapat dijadikan sebagai bahan pendukung kehidupan. Namun secara keseluruhan alam ada ranah padanya umat manusia membangun peradaban," jelasnya. Inilah kata Din yang disebut sebagai 'Khilafah Peradaban' yang merupakan misi penciptaan manusia. (Fsy)

BERITA REKOMENDASI