Trump Salahkan Clinton

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA (KRjogja.com) – Eksekusi mati seorang ahli nuklir Iran, Shahram Amiri yang dituding terlibat spionase terseret dalam hiruk-pikuk kampanye presiden Amerika Serikat. Donald Trump, calon presiden dari Partai Republik, menyerang rivalnya dari Demokrat, Hillary Clinton yang ia tuding terkait dalam kematian Amiri.

“Banyak orang yang mengatakan bahwa Iran membunuh ilmuwan yang membantu AS karena email Hillary Clinton yang diretas,” ujar Trump lewat akun Twitter.

Email yang menyebut Amiri adalah bagian dari email yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri AS tahun lalu, setelah skandal soal Clinton yang menggunakan email pribadi ketika ia menjabat sebagai menteri luar negeri. Tim Clinton merespons tudingan Trump itu sebagai upaya putus asa untuk menyerang Hillary, karena tak punya gagasan untuk rakyat Amerika.

Kementerian Luar Negeri AS juga merilis pernyataan yang berisi bantahan soal email yang menyebut Amiri dan eksekusinya. Elizabeth Trudeau, juru bicara kemenlu mengatakan, itu adalah laporan publik soal topik tersebut pada 2010 merujuk pada sebuah konferensi pers di mana Clinton menyebut nama Amiri.

Amiri awalnya dielukan sebagai pahlawan ketika ia kembali ke Iran enam tahun lalu. Ketika itu, ia mengklaim telah diculik oleh mata-mata AS ketika sedang pergi haji ke Arab Saudi. Ia mengatakan ditawari jutaan dolar untuk menjadi mata-mata AS namun menolak tawaran tersebut. (*)

BERITA REKOMENDASI