Trump Sukses Tekan Pengangguran di Amerika

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Tingkat pengangguran di Amerika Serikat pada September berada di titik terendah sejak Desember 1969, atau dalam 48 tahun terakhir, meski penciptaan lapangan pekerjaan melambat, demikian dilaporkan pemerintah AS.

Sebulan jelang pemilihan anggota Kongres AS, hasil ini akan membuat Presiden Donald Trump senang. Sebelumnya dia juga pernah mengklaim pujian atas ekspansi ekonomi AS, meski saat ini Partai Republik mendapatkan sorotan dari para pemilih.

September ini tingkat pengangguran turun hingga ke angka 3,7 persen dari semula 3,9 persen, dan disebut Departemen Tenaga Kerja sebagai penurunan besar yang tidak biasa. Namun, dengan tingkat pengangguran yang lebih rendah, pekerja di luar sektor pertanian hanya memiliki tambahan 134 ribu posisi baru, lebih lemah dari yang diperkirakan para pengamat.

Badai Florence yang menerpa sejumlah daerah AS pada 14 September menyebabkan gangguan pada sejumlah rumah dan juga lapangan pekerjaan, tapi tidak dimungkinkan untuk mengukur seberapa besar hal ini mempengaruhi jumlah lapangan pekerjaan yang berkurang pada September, demikian ujar pemerintah.

Para pengamat semula memperkirakan akan muncul perlambatan pada penambahan jumlah lapangan pekerjaan, menjadi hanya 184 ribu, dari semula 270 ribu pada Agustus ini, karena Badai Florence.

Data pertambahan posisi baru pada Juli dan Agustus sendiri direvisi dan bertambah 87 ribu dari laporan semula. "Kami bersiul, kami hanya bersiul," kata penasehat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow.

Kudlow juga menyatakan pertumbuhan ekonomi bisa menjaga tingkat pertumbuhan lapangan pekerjaan. Angka penambahan lapangan pekerjaan ini muncul setelah firma swasta ADP menyatakan bahwa jumlah pegawai baru yang dikontrak meningkat hingga 230 ribu pada September. Namun laporan-laporan ini bisa memiliki data yang berbeda karena cara pengukuran yang berbeda pula. (*)

BERITA REKOMENDASI