‘Turah’ Tampil di SCENECS International Film Festival

HILVERSUM, KRJOGJA.com – Film Indonesia Posesif dibintangi Putri Marino dan Adipati Dolken menjadi film pembuka penyelenggaraan SCENECS International Film Festival 2018 yang digelar di Hilversum, pusatnya media dan film di Negeri Belanda. 

Selain Posesif, film drama berbahasa Tegal, Turah yang disutradarai Wicaksono Wisnu Legowo juga diputar di Vue Hilversum. Pembukaan dilakukan Jumat (22/6) malam atau Sabtu dinihari WIB. Usai pemutaran Posesif dilakukan dialog dengan produser Muhammad Zaedy.

Dalam siaran pers KBRI yang diterima KRJogja, Minggu (24/6) dinihari disebutkan,  lagu ‘Dan’ milik Sheila On7 mengiring closing credit pada layar lebar saat pembukaan. Pembukaan  SCENECS International Film Festival 2018 diawali penampilan tari oleh InaDance, yang mempersembahkan paduan tari tradisional Betawi dengan tari modern. 

Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja, membuka festival secara resmi bersama Direktur SCENECS, Arya Tarivedi dan anggota Dewan Kota Hilversum bidang Media dan Budaya, Wimar Jaeger.

SCENECS merupakan festival film debut tahunan berskala internasional. Tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-12. Lewat festival ini, pemain, sutradara, dan produser film serta film dokumenter pemula dapatmempertunjukkan karya pertama atau kedua mereka kepada publik Belanda. “Tahun ini, peserta festival mencapai 731 film dari 71 negara, termasuk dua film dari Indonesia,” kata Arya Tarivedi.

Sebagai pembuka, Posesif sangat mengena di hati penonton Belanda. “Ini pertama kalinya saya menonton film Indonesia, dan saya suka sekali,” kata Dian Biemans, aktris cantik Belanda, yang juga merangkap sebagai model dan presenter untuk berbagai acara nasional dan internasional. 

Menurutnya, cerita film ini mampu memicu emosi penonton dan sangat relevan untuk menggambarkan toxic relationship, sebuah hubungan yang sangat tidak sehat. Hal senada dikmeukakan dua mahasiswa Belanda, Bas dan Sander yang  terkesan dan sangat menyukai film yang baru saja ditontonnya.

“Saya bisa menangkap emosi aktor dan aktrisnya. Cerita film ini sangat menarik, karena bisa meningkatkan awareness terhadap isu hubungan cinta remaja yang tidak sehat, ” ujarnya.

Sementara Turah yang diputar Minggu (24/6) sore (Minggu malam WIB) adalah film produksi Fourcolours Films tahun 2016. Turah, yang berdurasi 83 menit, ini berkisah tentang kehidupan masyarakat kampung Tirang di Kota Tegal, yang mengalami isolasi selama bertahun-tahun.  

Duta Besar Wesaka Puja mengatakan,  sejak 2015 Pemerintah Indonesia telah membuka 100 persen investasi asing dalam industri perfilman. Sejak itu pula, semakin banyak film baru yang diproduksi. “Dua tahun terakhir, sekitar 110 film baru diproduksi tiap tahunnya oleh para pembuat film Indonesia,” katanya.  Menurutnya, sebanyak 36%  dari keseluruhan film, yang diputar di berbagai bioskop di Indonesia, merupakan film produksi Indonesia. (Fsy)

BERITA REKOMENDASI