Turki dan Rusia Awasi Gencatan Senjata

Editor: Ivan Aditya

TURKI, KRJOGJA.com – Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Turki dan Rusia akan bersama-sama mengawasi kesepakatan gencatan senjata antara Azerbaijan dan Armenia atas konflik di Nagorno-Karabakh. Kantor pemimpin Turki mengatakan Erdon membahas pembentukan pusat bersama dalam percakapan melalui telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (10/11/2020).

“Presiden Erdogan mengatakan Turki akan terlibat dalam pengawasan dan pemantauan bersama dengan Rusia melalui sebuah pusat bersama di lokasi yang ditunjuk oleh Azerbaijan di wilayah yang diselamatkan dari pendudukan Armenia,” kata kantor kepresidenan Turki.

Turki dan Rusia pekan ini menandatangani sembilan poin kesepakatan untuk mengakhiri perang yang terjadi antara Azerbaijan dan Armenia. Namun kesepakatan tersebut tidak menyertakan pembentukan pusat bersama.

Ketentuan kesepakatan menyatakan Rusia akan mengirim 1.960 personel militer dan 90 pengangkut personel lapis baja sebagai pasukan perdamaian untuk memantau gencatan senjata di lapangan. “Untuk mengendalikan gencatan senjata dan penghentian aksi militer di zona konflik Nagorno-Karabakh, kontingen penjaga perdamaian Rusia sedang dikerahkan yang terdiri dari 1.960 prajurit, 90 kendaraan lapis baja, 380 unit kendaraan dan peralatan khusus,” lapor Kemenhan Rusia.

Kementerian Pertahanan Rusia pada Selasa mengatakan sepuluh pesawat Il-76 yang membawa pasukan pertama penjaga perdamaian beserta peralatan mereka telah lepas landas dari sebuah lapangan terbang di Ulyanovsk, Rusia. Di sisi lain, Erdogan tidak menyebutkan kemungkinan untuk mengirim pasukan militernya di Nagorno-Karabakh, daerah yang disengketakan di Azerbaijan. (*)

BERITA REKOMENDASI