Turki Dipersulit Masuk Uni Eropa

Editor: Ivan Aditya

ANKARA (KRjogja.com) – Pemerintah Turki berang saat otoritas Austria meminta Uni Eropa (UE) untuk menghentikan pembicaraan dengan Turki terkait rencana negara tersebut ingin masuk menjadi anggota blok terbesar di Eropa tersebut. Austria menyarankan hal tersebut karena usai kudeta gagal 15 Juli 2016 lalu, banyak kebijakan pemerintah Turki saat ini bertentangan dengan demokrasi yang juga bertentangan dengan prinsip UE.

Penangkapan yang dilakukan sewenang-wenang tanpa dakwaan apapun alasannya, kata Kanselir Austria Christian Kern, tak bisa dibenarkan. Oleh karena itu, kata Kern, Uni Eropa seharusnya menghentikan proses pembicaraan keanggoataan Turki ke blok tersebut.

Menlu Turki Mevlut Cavusoglu merespons pernyataan Kanselir Austria itu dengan kemarahan. Mevlut menyebut Austria telah bertindak rasis. Bahkan, Mevlut mengatakan Austria merupakan ibu kota kelompok rasis. Hal ini telah membuat hubungan Austria dan Turki menegang.

Sebelumnya para pemimpin Uni Eropa telah memperingatkan Erdogan agar berkomitmen dengan Konvensi Eropa soal HAM yang selama ini sudah disepakati Turki. Direktur Kebijakan Luar Negeri UE Federica Mogherini mengatakan, Turki adalah anggota DewanEropa sehingga punya komitmen untuk menegakkan aturan Dewan Eropa yang melarang penerapan hukuman mati. (*)

BERITA REKOMENDASI