Twitter Hapus Cuitan Mahathir Mohamad

Editor: Ivan Aditya

MALAYSIA, KRJOGJA.com – Twitter menghapus kicauan eks Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad. Dalam tulisannya Mahatir menyatakan umat Muslim berhak membunuh jutaan orang Prancis saat menanggapi serangkaian serangan di negara itu.

Twitter memutuskan untuk menghapus kicauan tersebut karena melanggar aturan mengenai glorifikasi kekerasan. Twit tersebut merupakan bagian dari rangkaian kicauan Mahathir saat menanggapi insiden serangan di Prancis yang terjadi setelah Presiden Emmanuel Macron melontarkan pernyataan menyinggung agama Islam.

Selain di Twitter, Mahathir menuliskan rangkaian pernyataan tersebut dalam blog resminya. Dalam salah satu poin, memang ada pernyataan bahwa, “Muslim berhak marah dan membunuh jutaan orang Prancis sebagai balasan atas pembantaian di masa lalu.”

Melalui pernyataan tersebut, Mahathir juga menyatakan bahwa Macron merupakan orang tak beradab karena menyalahkan salah satu agama sebagai penyebab sebuah kejadian. “Macron tidak menunjukkan bahwa dia beradab. Dia sangat primitif dalam menyalahkan agama Islam dan Muslim atas pembunuhan guru sekolah yang menghina itu. Itu tidak sesuai dengan ajaran Islam,” kata Mahathir.

Dalam kesempatan itu, Mahathir juga mengingatkan soal boikot yang dicanangkan umat Muslim di berbagai negara terhadap Prancis. Mahathir menganggap umat Muslim bisa menghukum Prancis dengan cara lain. (*)

BERITA REKOMENDASI