Uber Tanggung Kerugian USD 4 Miliar

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA (KRjogja.com) – Uber menderita kerugian sekitar USD 1,2 miliar pada semester I tahun ini akibat sistem susbsidi yang diterapkan kepada jutaan pengemudi Uber, menjadikan kerugian total Uber selama 7 tahun berdiri menjadi USD 4 miliar. Pada kuartal pertama, rugi kotor Uber mencapai USD 500 juga tidak termasuk penyusutan dan berlanjut pada kuartal kedua yang menggembung USD 750 juta, termasuk pemasukan yang meleset (shortfall) sekitar USD 100 juta untuk operasi Uber di Amerika.

Menurut pihak Uber subsidi yang diterapkan ke seluruh pengemudinya di dunia menjadi penyebab lemahnya kinerja keuangan perusahaan tersebut. Uber sedang bersaing ketat dengan kompetitor Lyft di pasar Amerika dan berjanji akan mempertahankan pangsa pasarnya yang mencapai 84 dan 87 persen.

Selain dengan Lyft, Uber juga menghadapi persaingan dengan perusahaan sejenis di berbagai pasar. "Kalian tak akan melihat perusahaan teknologi yang dapat kehilangan uang secepat dan sebanyak ini," kata seorang profesor bisnis dari New York Univesity, Aswath Damodaran kepada Bloomberg.

Penjualan bertumbuh sangat signifikan dari kuartal pertama ke kuartal kedua dari USD 3,8 miliar menjadi lebih dari USD 5 miliar. Pendapatan bersih juga bertambah 18 persen, dari USD 960 juta pada kuartal pertama menjadi USD 1,1 pada kuartal kedua.

Namun, Uber telah mengatakan bahwa perusahaan tersebut telah merubah metode perhitungan bisnis UberPool sehingga berdampak pada perhitungan pendapatan yang lebih besar. Perusahaan teknologi kerap menerima kerugian ketika berada pada tahap ekspansi bisnis, hal senada juga dialami oleh Amazon.com yang menderita kerugian total USD 1,4 miliar pada tahun 2000. Sedangkan Uber diperkirakan akan melampaui angka tersebut pada tahun ini. (*)

BERITA REKOMENDASI