Ulama Irak Tuntut Pemerintah Mundur

Editor: Ivan Aditya

IRAK, KRJOGJA.com – Sedikitnya 60 orang tewas dalam empat hari demonstrasi di Irak. Komisi Hak Asasi Manusia Irak menyampaikan jumlah tersebut mencakup 18 orang meninggal di satu rumah sakit di ibu kota Baghdad. Jumlah korban sebelumnya adalah 44 orang.

Komisi tidak merinci berapa banyak warga sipil atau pasukan keamanan yang tewas. Lebih dari 1.600 orang terluka, jumlah ini kemungkinan bertambah.

Ulama Irak, Moqtada Sadr, pun meminta pemerintah mengundurkan diri atas aksi kekerasan yang terus melonjak. Para demonstran memprotes korupsi dan pengangguran di negara tersebut.

"Pemerintah harus mengundurkan diri dan pemilihan awal harus diadakan di bawah pengawasan PBB," kata mantan pemimpin milisi Syiah.

Tuntutan itu disampaikan untuk menghindari korban meninggal lebih banyak lagi. Dia menyatakan tidak bisa tinggal diam karena darah warga Irak telah tertumpah.

Di tengah aksi protes, sedikitnya 10 orang tewas, termasuk empat -dua polisi dan dua warga sipil- yang menurut pasukan keamanan ditembak mati oleh "penembak jitu tidak dikenal". (*)

BERITA REKOMENDASI