Uni Emirat Arab Perketat Penjualan Drone

Editor: Ivan Aditya

ARAB (KRjogja.com) – Uni Emirat Arab (UEA) segera menetapkan ketentuan yang lebih ketat untuk mengatur penjualan pesawat nirawak serta kegiatannya. Bandar udara internasional Dubai ditutup satu jam pada 12 Juni akibat aktivitas pesawat nirawak di sekitar wilayah udara itu, menyebabkan kerugian jutaan dollar AS.

“Beberapa peristiwa terjadi dan menempatkan mereka (pesawat nirawak) dalam aturan penerbangan niaga sebagai masalah,” kata Mohammed Faisal al-Dossari, Direktur Penerbangan dan Departemen Bandara Dinas Penerbangan Sipil UEA (GCAA).

Aturan-aturan terbaru tentang pesawat nirawak saat ini ditetapkan, April 2015, terutama terkait dengan izin komersial dan bagaimana pesawat nirawak digunakan untuk perusahaan. Tetapi hal terkait lain masih banyak dikaji, kata al Dossari, dalam konferensi negara kawasan tersebut terkait pesawat nirawak di ibukota UEA itu.

“Otoritas Emirat untuk Standardisasi dan Metrologi (Esma) sedang menyusun aturan tentang kerangka kerja bagi kegiatan impor, penjualan, dan aktivitas pesawat nirawak,” katanya.

Abu Dhabi telah melarang penjualan pesawat nirawak untuk hiburan sejak Maret tahun lalu hingga aturan baru ditetapkan. Penggunaan pesawat nirawak dianggap berisiko untuk sektor penerbangan. (*)

BERITA REKOMENDASI