Uni Eropa Soroti Brexit

Editor: Ivan Aditya

BRATISLAVA (KRjogja.com) – Krisis yang melanda Uni Eropa (UE) usai Inggris memutuskan keluar dari persekutuan terbesar di Eropa tersebut, menjadi bahasan utama dalam KTT UE di Kota Bratislava, Slovakia. Selain pembahasan soal Brexit, para pemimpin UE juga mendiskusikan masalah krisis pengungsi serta ekonomi Uni Eropa yang kini beranggotakan 27 negara setelah ditinggal Inggris.

UE menghadapi sejumlah krisis yang bisa mengancam persatuan blok tersebut. Apalagi, sejak munculnya serangan teroris di sejumlah negara Eropa membuat sejumlah warga mengalihkan dukungan mereka ke sejumlah parpol anti-UE, seperti yang terjadi di sejumlah kawasan di Prancis dan Jerman. Yang terbaru, terjadi di Jerman saat partai baru Alternatif Jerman (AFD) berhasil memenangi pilkada di Jerman Timur yang juga kampung halaman Kanselir Angela Merkel.

AFD selama ini berhasil menarik minat warga setempat karena mengusung sejumlah agenda yang beda dengan pemerintah petahana. Dalam hal ini, AFD berjanji akan menghentikan arus migran ke Jerman setelah negara Bavaria tersebut diserbu jutaan warga Timur Tengah yang ingin menetap di negara paling kaya di Eropa itu. AFD menilai bahwa kekayaan Jerman seharusnya tak disia-siakan untuk membiayai jutaan pengungsi yang hanya ingin makan-tidur gratis di Jerman.

Meningkatnya popularitas partai-partai yang anti-imigran dan juga anti-UE membuat para pemimpin Uni Eropa melakukan pertemuan untuk membahas masalah tersebut. "Setiap orang di Uni Eropa saat ini menyadari soal situasi yang terjadi. Inggris telah meninggalkan Uni Eropa dan masih banyak pertanyaan lain tersisa terkait masa depan Uni Eropa," ujar Presiden Prancis, Francois Hollande dalam KTT UE di Ibu Kota Slovakia.

Menurut Hollande, Uni Eropa tak bisa diam menghadapi sejumlah persoalan serius tersebut. Sebabnya, krisis yang tengah melanda Uni Eropa bisa memicu disintegrasi. "Kondisi saat ini bisa membuat kita terdisintegrasi, tapi kita bisa cegah ini jika kita mau bekerja sama untuk menyuntikkan momentum baru. Dalam hal ini, kita harus menggelorakan kembali projek Eropa," ujar Hollande.

Sementara itu, Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras mengatakan bahwa Uni Eropa sudah seharusnya tidak lagi tidur sembari berjalan karena hal ini akan membawa ke arah yang salah. "Eropa harus berhenti tidur seraya berjalan karena ini akan membawa ke arah yang salah," ujar Alexis. (*)

BERITA REKOMENDASI