Update Korban Ledakan Bom di Filipina, Kini 12 Orang Tewas

DAVAO (KRjogja.com) –  Jumlah korban ledakan bom di Filipina dilaporkan terus bertambah. Laporan terbaru menunjukkan 12 orang meninggal dunia akibat serangan bom dekat kediaman Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Sementara puluhan orang lainnya mengalami luka-luka.

Menurut seorang juru bicara presiden, penyidik ​​telah menemukan pecahan peluru dari alat peledak improvisasi yang berbasis mortar (IED) di lokasi kejadian. Menyusul ledakan ini, polisi di Ibu Kota Manila sedang berada dalam siaga tinggi.

Ledakan ini telah mengakibatkan setidaknya 60 orang terluka dan 30 di antaranya telah dibawa ke rumah sakit. Ledakan bom terjadi di luar Marco Polo Hotel di daerah yang sering dikunjungi oleh Presiden Duterte. Saat kejadian, Duterte sedang berada di Davao dan tidak mengalami luka. Demikian sebagaimana dilansir BBC, Sabtu (3/9/2016).

Berdasarkan gambar yang dirilis dari lokasi menunjukkan pecahan kaca dan kursi plastik tersebar di mana-mana. Saat ini, pasar malam tersebut sudah ditutup oleh petugas keamanan.

Terkait insiden ini, Wakil Walikota Davao Paolo Duterte, yang merupakan putra Presiden Duterte, mengeluarkan pernyataan di Facebook. Menurutnya, terlalu dini untuk menentukan siapa pelaku yang berada di balik serangan matikan ini.  

"Sebuah penyelidikan menyeluruh sedang dilakukan untuk menentukan penyebab ledakan. Kami menyerukan kepada semua orang agar waspada setiap saat," ujar kepala polisi setempat Manuel Guerlan.   

Dalam beberapa pekan terakhir, daerah tersebut berada di bawah peringatan keamanan tinggi karena terjadi serangan terhadap militer terhadap Abu Sayyaf. Pada Senin, 12 tentara Filipina tewas dalam pertempuran sengit dengan pihak pemberontak. (*)

 

BERITA REKOMENDASI