Usai Jemput WNI dari Wuhan, Batik Air Bakal Sterilkan Pesawat

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pemerintah memberangkatkan tim penjemput Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Wuhan dari Bandara Soekarno-Hatta tujuan Bandara Internasional Tianhe Wuhan yang terletak di Distrik Huangpi, 26 kilometer utara dari pusat kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Pesawat yang digunakan untuk menjemput adalah Batik Air.

Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, layanan operasional penerbangan bernomor ID-8618 tersebut, adalah misi kemanusiaan bersama pemerintah dalam upaya mendukung upaya pemerintah dalam langkah mengevakuasi 250 WNI yang ada di provinsi tersebut.

Selain itu, pengoperasian pesawat Airbus 330-300CEO dengan di dalamnya 18 kelas bisnis dan 374 kelas ekonomi, registrasi PK-LDY Batik Air tetap sesuai dengan prosedur keamanan dan keselamatan penerbangan (safety first).

"Pesawat membawa 19 kru dan 30 tim medis, lepas landas dari Soekarno-Hatta pukul 13.00 waktu setempat dan dijadwalkan tiba di Tianhe Wuhan pada 19.00 waktu setempat," kata Danang Mandala Prihantoro dalam keterangannya.

Dia menuturkan, pelaksanaan penerbangan berpedoman kepada prinsip-prinsip dan standar operasional prosedur (SOP) kesehatan dalam memastikan pengamanan awak pesawat, tim medis, tamu atau penumpang dan lainnya

Dalam tindakan pencegahan dimaksud, lanjut Danang, telah merekomendasikan guna menyediakan dan melakukan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman atau disinfectant spray, sesuai prosedur yang berlaku. Serta menyediakan dan menggunakan masker dan alat pelindung diri (APD), sarung tangan (hand gloves) dan cairan/ gel pembersih tangan (hand sanitizer), guna antisipasi tertular pada awak pesawat dan petugas layanan darat.

"Armada Airbus 330-300CEO telah didukung atau memiliki peralatan yang dapat menyaring udara di dalam pesawat," kata Danang.

Nantinya, setelah pesawat tiba di Indonesia, sesuai SOP akan langsung masuk hangar atau pusat perawatan pesawat, guna dilakukan pembersihan, sterilisasi dan perawatan. Untuk awak pesawat setelah selesai bertugas akan menjalani proses karantina kesehatan dalam tahapan pengawasan.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Kesehatan dr Terawan, memastikan, seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, dalam keadaan sehat. 

Kepastian tersebut didapat setelah lima orang tim pendahulu yang sudah lebih dulu di Wuhan mengatakan, para WNI sudah menjalani serangkaian tes kesehatan. Baik yang dilakukan rumah sakit setempat, maupun oleh tim pemerintah Indonesia.

"Di sana mereka menjalani screening dan cleaning, dan sudah dipastikan mereka dalam kondisi sehat," kata Menlu Retno, dalam keterangan persnya di Ruang VIP Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Sabtu (1/2/2020).

Hal serupa juga diungkapkan oleh Menkes Terawan. "Yang dibawa pulang semua WNI dalam keadaan sehat. Benar kata Bu Menlu, semua WNI sudah di screening dan clearing," kata dr Terawan. 

Meski begitu pihaknya akan tetap melakukan pemantauan secara intens terhadap WNI dan  tim evakuasi. Termasuk pada saat transit yang akan diberlakukan transit observasi.

Namun, mengingat situasi ini bukanlah evakuasi normal, pemerintah akan memastikan kedisiplinan penanganan kesehatan akan terus dilakukan. Baik pada saat diperjalanan atau dalam pesawat, maupun saat tiba dan pascaketibaan.

"Jadi, protokol kesehatan akan tetap dijalankan, sampai saudara-saudara kita dinyatakan aman kembali kepada keluarganya di Indonesia," tutur Terawan.

Seperti diketahui sebelumnya, sebanyak 42 orang yang masuk dalam tim evakuasi WNI di Wuhan, Cina, diberangkatkan hari ini melalui Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno Hatta. Mereka dilengkapi oleh alat perlidung diri seperti masker N95, baju astronot dan lainnya. (*)

BERITA REKOMENDASI