Uskup Gereja Katolik Desak Israel Cabut UU Yahudi

Editor: Ivan Aditya

ISRAEL, KRJOGJA.com – Uskup Gereja Katolik di Yerusalem menyerukan Israel untuk mencabut Undang-Undang Negara Yahudi yang disahkan parlemennya, Knesset, pada Juli lalu. Selain memberikan hak unik bagi orang Yahudi untuk menentukan nasib sendiri, konstitusi tersebut menjadi kontroversi lantaran dianggap rasis karena secara tidak langsung membedakan warga keturunan non-Yahudi.

"Kami harus bisa menarik perhatian pihak berwenang terkait sebuah fakta sederhana. Pengikut kami yang setia, sesama warga, kaum Muslim, Druze, dan Baha'i, kita semua yang merupakan orang Arab tidak lebih rendah dari saudara kita orang Yahudi," ucap Uskup Agung Gereja Katolik Roma, Katolik Suriah, Katolik Armenia, dan Gereja Yunani Melkite, melalui sebuah pernyataan.

Pada Juli lalu, UU itu disahkan dengan dukungan suara 62-55. Aturan baru tersebut menjadikan Bahasa Ibrani sebagai bahasa nasional dan menetapkan pembentukan komunitas Yahudi sebagai salah satu kepentingan nasional.

Sementara itu, Bahasa Arab, yang sebelumnya juga dianggap sebagai bahasa resmi negara, kini hanya diberikan status khusus dalam undang-undang tersebut. Hukum tersebut juga menetapkan Israel sebagai Tanah Air bersejarah bangsa Yahudi dan menyatakan bahwa kaum Yahudi memiliki hak menentukan nasib sendiri di wilayah mereka. (*)

BERITA REKOMENDASI