Utang Amerika Membengkak

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Badan Anggaran Kongres Amerika Serikat (AS) atau The Congressional Budget Office (CBO) memperkirakan defisit anggaran AS tahun ini mencapai US$3,13 triliun. Defisit membengkak karena nominal belanja diperkirakan jauh lebih besar dibandingkan dengan penerimaan negara.

Perkiraan defisit itu setara dengan lebih dari 3 kali lipat dari defisit tahunan sepanjang 2019 lalu. Jika prediksi defisit benar terjadi, maka ini menjadi yang tertinggi sejak setelah perang dunia kedua.

Jumlah belanja pemerintah AS terus meningkat di masa pandemi. Mulai musim semi ini, pemerintah federal menghabiskan lebih dari US$4 triliun untuk membantu pekerja dan dunia usaha menghadapi tekanan ekonomi akibat corona.

Sebagian besar pihak pun setuju pemerintah AS perlu membelanjakan dana lebih banyak sampai Gedung Putih berhasil mengendalikan krisis di masa pandemi covid-19.

Hanya saja, Departemen Keuangan AS tidak akan mengeluarkan angka akhir untuk tahun fiskal 2020 sampai akhir bulan ini. Namun, jika perkiraan CBO tepat, maka total utang negara diperkirakan melampaui ukuran perekonomian yang mencapai hampir 102 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Utang AS sebelumnya belum pernah mencapai 102 persen dari PDB sejak 1946 silam. Pada 1946, utang Federal sebesar 106,1 persen dari PDB. (*)

BERITA REKOMENDASI