Walikota Washington Kecam Tindakan Polisi Tangani Demo

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Wali Kota Washington DC, Amerika Serikat, Muriel Bowser menganggap penggunaan amunisi, gas air dan semprotan merica oleh polisi terhadap pedemo kematian George Floyd memalukan. Sejumlah titik di ibu kota, termasuk depan Gedung Putih, memang dikerumuni ribuan demonstran yang menuntut keadilan atas kematian George Floyd. Ia merupakan warga kulit hitam yang meninggal setelah lehernya ditekan oleh lutut polisi dalam penangkapan.

Padahal, Bowser mengatakan para pedemo di kotanya beraksi secara damai. Ia juga mengatakan telah menerapkan jam malam untuk membubarkan para demonstran.

“Saya menerapkan jam malam pada pukul 7 malam. 25 menit sebelum jam malam berlaku dan tanpa disulut provokasi, kepolisian federal menggunakan amunisi terhadap para pedemo yang berunjuk rasa dengan damai di depan Gedung Putih,” kata Bowser dalam kicauannya di Twitter, Senin (1/6).

Dalam kicauannya, Boswer juga mengimbau para demonstran untuk segera membubarkan diri, pulang ke rumah, dan menjaga keselamatan. Pada Senin malam waktu setempat, Presiden Donald Trump sempat mengeluarkan pernyataan publik di halaman Gedung Putih terkait aksi demo solidaritas terhadap Floyd.

Sebelum sang presiden ke luar halaman Gedung Putih, para aparat kepolisian yang berjaga di depan melepaskan tembakan gas air mata, semprotan merica, hingga peluru karet ke arah kerumunan pedemo. (*)

BERITA REKOMENDASI