Warga Filipina Tolak Darurat Militer

Editor: Ivan Aditya

FILIPINA, KRJOGJA.com – Barisan organisasi masyarakat di Filipina menggelar unjuk rasa untuk menolak pemberlakuan daruat militer di Mindanao setelah terjadi bentrokan antara militer dan kelompok militan Maute di Marawi. Menyebut gerakan ini sebagai Jumat Hitam, mereka akan mengenakan kaus hitam dan berkumpul di depan Universitas Santo Tomas, kemudian bergerak ke Mendiola.

"Hari ini, Jumat (26/05/2017), kami berdemonstrasi ke Mendiola sebagai tanda solidaritas dengan orang Marawi dan Mindanao. Kami mengutuk serangan terhadap kelompok Maute dan warga sipil Marawi," ujar Sekretaris Jenderal kelompok Bayan, Renato Reyes.

Ia kemudian mengatakan, darurat militer yang diberlakukan oleh Presiden Rodrigo Duterte justru akan membuka lebar potensi pelanggaran hak asasi manusia. Dalam pernyataan resminya, kelompok Bayan mengatakan bahwa pemerintah seharusnya mengatasi akar konflik bersenjata di bagian selatan Filipina. (*)

BERITA REKOMENDASI