Warga Lima Negara Muslim Dilarang Masuk Amerika

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Mahkamah Agung pada resmi mengesahkan aturan eksekutif yang melarang sementara kunjungan warga dari lima negara muslim untuk memasuki Amerika Serikat. Kelima negara tersebut yakni Iran, Libya, Somalia, Suriah, dan Yaman. Selain negara-negara mayoritas Islam, aturan serupa juga turut menyertakan Korea Utara dan Venezuela dalam daftar.

Aturan kontroversial ini pertama kali diajukan Donald Trump tak lama setelah dilantik sebagai presiden pada Januari tahun lalu. Larangan ini pernah berlaku sekitar pertengah 2017, namun sempat ditangguhkan karena memicu perdebatan dan dianggap sarat sentimen Islamofobia.

Namun, pengadilan tertinggi AS kemudian mengesahkan aturan kontroversial tersebut setelah suara hakim 5-4 menyetujui versi rancangan ketiga. Versi ketiga rancangan aturan ini dikeluarkan pemerintah pada September lalu. Saat itu, Chad masuk dalam daftar namun kemudian dicabut setelah memenuhi persyaratan keamanan.

Hakin Agung John Roberts menganggap aturan eksekutif Trump ini tak melenceng dari konstitusi atau kewenangannya sebagai presiden untuk melindungi keamanan negara. "Perintah eksekutif Trump tidak melebihi batas tekstual apapun dalam hal kewenangannya sebagai presiden," kata Roberts.

Melalui akun Twitter pribadinya, Trump menyambut baik keputusan Mahkamah Agung yang dianggapnya sebagai "kesuksesan dan kemenangan besar bagi orang Amerika." (*)

BERITA REKOMENDASI