Warga Prancis Tolak Kebijakan Macron

Editor: Ivan Aditya

PRANCIS, KRJOGJA.com – Aksi mogok massal yang melibatkan serikat pekerja, buruh, dan sejumlah asosiasi guru di Prancis memasuki hari kedua. Di samping layanan transportasi lumpuh, mogok massal di hari kedua juga dilaporkan berujung ricuh setelah polisi berusaha membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata.

Aksi mogok yang terjadi di Paris, Lyon, dan Nantes dibubarkan polisi untuk memisahkan beberapa kelompok peserta aksi. Kendati demikian, aksi serupa di sejumlah wilayah lain dilaporkan tetap berjalan damai.

Lebih dari 500 ribu warga memenuhi jalan-jalan utama Prancis. Namun serikat buruh mengatakan jumlah tersebut dilaporkan belum termasuk 250 ribu buruh yang ikut turun ke jalan.

Kepala Konfederasi Umum Perburuhan Kekuatan Pekerja (FO) Yves Veyrier mengatakan aksi mogok massal ini dapat berlangsung setidaknya hingga Senin pekan depan. Rencana demo tersebut bergantung pada sikap pemerintah dalam memenuhi tuntutan pedemo.

Sekretaris jenderal Konfederasi Serikat Buruh (CGT), Phillipe Martinez menuturkan aksi mogok kali ini tidak akan terhenti pada malam hari. (*)

BERITA REKOMENDASI