Wartawan Dunia Deklarasikan Perdamaian Semenanjung Korea

INCHEON, KRJOGJA.com – Sekitar 70 wartawan dari 50 negara yang mengikuti World Journalists Conference 2018 Sabtu malam, (10/3), di Incheon mengakhiri kegiatan selama seminggu dan mendeklarasikan perdamaian dan rekonsiliasi bagi Semenanjung Korea.

Adapun isi Deklarasi Perdamaian adalah tentang denuklirisasi semenanjung Korea dan penyelesaian perdamaian terkait langsung dengan perdamaian dunia dan mendukung pengembangan fase dialog antara kedua Korea. Semua negara di seluruh dunia agar mendesak mereka untuk melakukan upaya diplomatik untuk membawa Semenanjung Korea ke jalan yang stabil dan damai.

Presiden Asosiasi Jurnalis Korea Jung Kyu Sung menilai pertemuan antara pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dan pejabat senior yang diutus khusus oleh Presiden Korea Selatan (Korsel) untuk melakukan pembicaraan dengan pejabat Korut di Pyongyang awal pekan lalu serta adanya rencana pertemuan antar kedua negara di Amerika Serikat menjadi sinyal positif bagi berakhirnya konflik Semenanjung Korea yang memanas selama ini. 

Di samping itu, menurut Jung Kyu Sung, keterlibatan Korut di ajang Olimpiade Musim Dingin tahun ini menjadi awal mula seluruh peristiwa tersebut.

"Partisipasi Korea Utara di ajang Olimpiade Musim Dingin yang diikuti dengan pertemuan antara Korea Utara dan Korea Selatan dan rekonsiliasi antara keduanya serta bekerja sama untuk perdamaian di Semenanjung Korea menjadi isu yang sangat populer saat ini," ujar Jung Kyu Sung.

Ditambahkannya, pertemuan antara Presiden Trump dan Kim Jong Eun, ketua Partai Buruh, akan berlangsung pada bulan Mei mendatang, setelah pertemuan puncak, yang dijadwalkan pada akhir April. 

"Ini akan menjadi hari bersejarah ketika pertemuan puncak pertama Amerika Utara akan diselenggarakan dalam 65 tahun setelah gencatan senjata," katanya. 

Jung Kyu Sung juga menjelaskan bahwa dari konfensi ini seluruh jurnalis yang hadir dalam acara tersebut berharap musim baru perdamaian di Semenanjung Korea dapat terwujud dalam waktu dekat ini. 

"Kami mendukung agar dialog antara Korea Selatan, Korea Utara dan negara lain di dunia seperti AS, Tiongkok, Jepang dan Rusia dapat segera berlangsung," jelasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI