Wartawan Indonesia yang Tertembak Saat Demo Hong Kong Menuntut Keadilan

HONG KONG, KRJOGJA.com – Terkena proyektil yang ditembakkan oleh polisi Hong Kong saat meliput protes anti-pemerintah hampir dua bulan lalu, wartawan Indonesia Veby Mega Indah (39), yang bekerja sebagai editor di Suara Hong Kong News, kehilangan penglihatan di mata kanannya. 

Pada saat penembakan itu, Veby sedang melakukan siaran langsung tentang demo Hong Kong di jalan bersama wartawan lainnya dari sudut pandang jembatan.

Dia yakin bahwa matanya terkena peluru karet. Apa pun proyektil itu, sudah pasti penyebab dari hilangnya penglihatan permanen di mata kanannya.

Kehilangan penglihatan di mata sebelah kanannya disebabkan karena kekuatan benturan pada pupil matanya, sehingga dokter tidak bisa menyelamatkan penglihatannya. Hal itu tentu saja membuat dirinya merasa traumatis. Demikian mengutip dari channelnewsasia.com, Selasa (10/12/2019).

Dalam wawancara terbaru Veby dengan Post, dia mengatakan dirinya masih menyesuaikan diri dengan keadaan barunya karena mata kirinya yang normal mudah lelah.

"Saya merasa tidak tahan lagi. Saya pikir ini akan menjadi akhir saya," jelasnya kepada Reuters.

Veby teringat bagaimana suasana ketika mendengar sesama jurnalis di belakangnya berteriak, "Kami adalah jurnalis, berhentilah menembaki kami!"

Hong Kong melakukan aksi protes lebih dari enam bulan. Aktivis menyerukan demokrasi dan penyelidikan independen terhadap tindakan polisi, di antara tuntutan lainnya.(*)

BERITA REKOMENDASI