Webinar Kebangsaan ‘Negoisasi Ala Diplomat’

Disampaikan pula oleh Agus Sriyono bahwa dalam rangka promoting aspek sosial dan budaya, selaku Duta Besar RI mengambil prakarsa untuk mengadakan dialog antarumat beragama bagi para diaspora Indonesia di Eropa yang berasal dari berbagai agama. Pertemuan ini kemudian menghasilkan sebuah deklarasi yang dikenal sebagai “Deklarasi Roma”.

“Diharapkan deklarasi tersebut dapat menginspirasi seluruh umat beragama di Indonesia untuk menampilkan wajah yang ramah dan terbuka dalam semangat persaudaraan dalam keimanan, kemanusiaan, dan ke-Indonesiaan” pungkas Agus.

Panelis kedua, Bagas menyampaikan bahwa salah satu kelebihan Indonesia dalam berhubungan dengan dunia luar adalah UUD nya. Alinea pertama dan keempat konsitusi Indonesia menegaskan prinsip dasar kebijakan luar negerinya. Berikutnya adalah keberagaman yang dimiliki Indonesia. Tidak ada negara satupun di dunia yang menyamainya, yaitu memiliki 714 suku bangsa dan 1.001 bahasa. Falsafah bangsa ini yang menyebabkan saat ini diplomasi membumi untuk kepentingan rakyat.

 

Sebagai misal diplomasi kopi. Diplomasi ini menyangkut keberpihakan kepada para petani, down to earth dan “netes”. Dinamakan down to earth mengingat hasilnya langsung dinikmati petani. “Netes” bisa melahirkan atau membuahkan sesuatu yang baru. Diplomasi kopi yang diinisiasi Kemlu adalah untuk membantu dan mengedukasi para petani dalam mempromosikan kopi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2018, 96,6% lahan kopi di Indonesia dikuasai oleh perkebunan rakyat yaitu petani mikro dan kecil, 2,02% perkebunan swasta dan 1,86% oleh perkebunan besar milik negara.

BERITA REKOMENDASI