Xi Jinping Ternyata Pernah Hidup di Goa

XI Jinping menjadi pemimpin China paling kuat setelah Mao Zedong, menyusul keputusan Kongres Partai Komunis untuk memasukan pemikiran Xi ke dalam konstitusi partai.

Pada akhir kongres di Beijing, Selasa (24/10), seluruh peserta dengan suara bulat memasukkan 'Pemikiran Xi Jinping tentang Sosialisme dengan Watak Cina di Era Baru' ke dalam konstitusi Partai Komunis.

Dalam sejarah, hanya tiga nama yang dimasukkan ke dalam ideologi partai, yaitu pendiri partai, Mao Zedong dan Deng Xiaoping, tapi pemikiran Deng dimasukkan setelah ia meninggal dunia.

Siapa Xi Jinping, satu dari sedikit tokoh yang dianggap paling berpengaruh di dunia?

Yang mungkin tak banyak diketahui adalah Xi pernah hidup di sebuah gua ketika belia di pedalaman China dan menghabiskan waktu sebagai petani.

Keluarga Xi sebenarnya termasuk golongan elite di Beijing. Ayahnya adalah salah satu pahlawan revolusi komunis, namun semuanya berubah ketika Mao-yang makin khawatir atas ancaman terhadap kekuasaannya-melakukan pembersihan terhadap elite partai pada 1960-an.

Ayah Xi dijebloskan ke penjara dan keluarganya dipermalukan.

Pada 1968, Mao mengeluarkan dekrit yang memerintahkan jutaan anak-anak muda untuk meninggalkan kota dan tinggal di pedesaan untuk merasakan susahnya menjadi petani.

Pada usia 15 tahun, Xi meninggalkan pendidikan formal di Beijing dan pindah ke Desa Liangjiahe di Provinsi Shaanxi.

Ketika itu tidak ada listrik, kendaraan bermotor atau peralatan mekanik. Di desa, Xi harus belajar mengangkut pupuk, membangun waduk, dan memperbaiki jalan.

Ia tinggal di gua bersama tiga pemuda lain. Ketika itu, membuat gua pada dinding pegunungan dan menjadikannya sebagai rumah adalah sesuatu yang lumrah karena sangat mahal mendirikan rumah permanen. Dinding gua biasanya dilapisi semen, yang mengesankannya seperti dinding rumah.

Salah satu pemuda yang tinggal di gua bersama Xi adalah Lu Housheng, yang menuturkan pada 2015, "Kami hanya bisa makan bubur, lalapan, dan roti kukus. Ketika Anda lapar, Anda tak peduli dengan apa yang bisa Anda makan," ujarnya.

Pada malam hari, Xi biasanya membaca tulisan-tulisan Mao di bawah lampu minyak. "Sementara Xi membaca, saya merokok. Xi membaca karya-karya Mao dan koran. Tak ada kegiatan lain," kata Lu kepada wartawan BBC di Beijing, Carrie Gracie.

Yang juga sangat ia ingat adalah Xi sangat suka membaca dan perokok berat. Lu menuturkan bahwa Xi sangat serius, tak suka bercanda, tak bermain kartu atau berupaya mencari pacar. (*)

 

 

BERITA REKOMENDASI