Yayasan Milik Anak Raja Salman Diduga Terlibat Spionase

Editor: Ivan Aditya

ARAB, KRJOGJA.com – Pemerintah Arab Saudi telah memerintahkan untuk mengaudit badan amal Misk milik Putra Mahkota, Pangeran Mohammed Bin Salman, menyusul keterlibatannya dalam serangkaian skandal.

Menurut surat kabar Financial Times yang bermarkas di Inggris, seorang sumber yang merupakan pejabat Saudi mengatakan bahwa Misk sedang ditinjau, setelah Kementerian Hukum Amerika Serikat mengindikasikan yayasan itu terlibat dalam kegiatan rahasia.

Kegiatan yang dimaksud termasuk spionase atas nama Putra Mahkota yang secara aktif merekrut agen di AS melalui lembaga itu.

Meskipun Kementerian Hukum AS tidak menyebutkan nama Misk dan mantan Sekretaris Jenderal Misk, Bader Al-Asaker, tapi usulan itu mengisyaratkan keterlibatan mereka dengan merujuk pada Organisasi Nomor 1 yang didirikan kerajaan Saudi dan dijalankan oleh Pejabat Asing-1. Itu bertepatan ketika Misk dan Al-Asaker menjadi tergugat dalam sebuah perkara hukum Agustus lalu.

Gugatan tersebut menuduh mantan karyawan Twitter memata-matai Arab Saudi pada 2014 dan 2015, serta telah melakukan kontak dengan Pejabat Asing-1. Pejabat itu disebut menawarkan hadiah, pembayaran tunai, dan janji pekerjaan di masa depan dengan imbalan informasi non-publik tentang pengguna Twitter.

Informasi tersebut dimaksudkan agar digunakan untuk memantau dan melacak para pembangkang sekaligus pengkritik Saudi, serta untuk memburu mantan Kepala Intelijen Saudi, Saad Al-Jabri, yang sembunyi di Kanada.

Menurut pejabat Saudi yang tidak disebutkan namanya, tuduhan terhadap Misk akan membuat Pangeran Mohammed Bin Salman geram. (*)

BERITA REKOMENDASI