Zika di Singapura Bukan dari Amerika Selatan

Editor: Ivan Aditya

SINGAPURA (KRjogja.com) – Terus bertambahnya korban yang terinfeksi virus zika di Singapura membuat pemerintah setempat melakukan investigasi komprehensif terkait wabah tersebut. Hasil kajian para peneliti setempat menunjukkan keberadaan virus zika di Singapura bukan berasal dari Amerika Selatan.

Virus zika yang ditemukan di Singapura mirip dengan virus zika yang ditemukan di negara tersebut dua dekade lalu. Oleh karena itu, pemerintah Singapura mengatakan bahwa semua korban yang terinfeksi virus zika tersebut tertular secara lokal. Meski demikian, otoritas setempat belum bisa memastikan apakah virus zika di Singapura lebih berbahaya ketimbang virus serupa di Amerika Latin.

"Kami sampai saat ini masih belum bisa menyebutkan apakah virus yang ditemukan di sini dapat menyebabkan penyakit yang lebih berbahaya ketimbang virus serupa yang ditemukan di Amerika Selatan. Perlu ada penelitian lebih lanjut," ujar Menteri Kesehatan Gan Kim Yong.

Pemerintah Singapura juga mengungkapkan bahwa kasus zika di negaranya sebenarnya telah terkonfrimasi sejak Mei 2016 lalu. Namun saatitu tak dipublikasikan kepada publik dan media. Dunia baru mengetahui merebaknya kasus zika di Singapura pada Agustus 2016 lalu.

Namun, otoritas Singapura menjelaskan bahwa kasus pertama zika yang terjadi di negaranya pada Mei 2016 lalu, virusnya ditularkan dari Brasil. Pasalnya, sang pengidap yang diidentifikasi sebagai pria berusia 48 tahun baru saja berpergian ke negeri Samba tersebut. (*)

BERITA REKOMENDASI