'category Jurnalisme'

Catatan Spiritual Haji 2019: Dari Indonesia untuk Perdamaian Dunia

INDONESIA the best, barakallah, may Good bless you, jayyid, khoir..,itulah kata-kata yang terucap dari beberapa orang asing, baik dari Saudi Arabia, Turki, India, Yaman, Palestina, Pakistan, dan Cina, setelah tegur sapa dan berkenalan singkat. Baik dari sesama jamaah haji yang berbeda negara maupun warga setempat yang berprofesi sebagai cleaning servis Masjidil Harom, Masjid Nabawi, hotel, sopir bis-taksi, pedagang kecil, pedagang toko, polisi dan ulama.

Semua terkesan dan memberikan apresiasi yang baik tentang Indonesia. Berada di negara asing, sangat terasa betapa nikmat dan berbahagia menjadi warga negara Indonesia.
Orang-orang asing tersebut sangat antusias, terkesima dengan keramahan, ketertiban, kesantunan warga Indonesia dan keindahan flora-faunanya. Bukan saja karena jamaah haji Indonesia terbanyak di dunia, ataupun budaya konsumtifnya tetapi memang kesan tulus dan respek orang asing terhadap nusantara.

Oleh karena itu Ponpes Sunan Kalijaga merasa penting menuliskan beberapa pengalaman dan testimoni yang berharga.  Lebih jauh bahkan saat mengikuti acara "Silaturahmi NU se-Dunia XVIII" di Hotel At-Taiseer Tower Makah, pada 8 Agustus 2019, tema "Merajut Kembali Ukhuwah Wathoniyah Menuju Perdamaian Dunia" makin terasa urgensitasnya. Sekitar 500 warga NU diaspora (39 Pengurus Cabang Istimewa NU dari berbagai negara dan Indonesia) dengan berbagai profesi, melakukan studi maupun memenuhi panggilan haji, berkumpul melahirkan "Deklarasi Makah".

Tampak hadir seperti Menteri Agama H. Lukman Hakim Saifudin, Dubes RI untuk Saudi Arabia Dr. H. Agus Maftuh, Menteri Kemenpora Imam Nachrowi dan mewakili almarhum KH. Maimun Zubair (Mustasyar PBNU) yang dijadwalkan memberikan khutbah, digantikan oleh putranya KH. Taj Yasin Maimun (Wagub Jawa Tengah). 
Deklarasi Makah yang berisi 5 poin merupakan dokumen yang amat berharga, bukan saja karena dilahirkan di tanah suci Makah ataupun menjelang puncak ibadah haji, wuquf di Padang Arofah. Melainkan substansi pesan dan komitmen warga NU dari Indonesia maupun berbagai negara untuk perdamaian di Indonesia dan dunia pada umumnya. Di tengah keprihatinan akibat konflik, intoleransi, kekerasan dan ujaran kebencian di berbagai belahan bumi, "Deklarasi Makah" menjadi titik poin yang memperkuat harapan dan cahaya terang perdamaian. 

PBB sendiri menetapkan 2019 sebagai tahun moderasi. Apalagi kekerasan, konflik, terorisme ditenggarai antara lain akibat adanya ketidakadilan, ketimpangan pembangunan dan ekstrimisme dalam beragama. Oleh karena itu Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Presiden H. Joko Widodo atas capaian, prestasi pemerintahan terutama hubungan luar negeri sehingga NKRI dipercaya menjadi Ketua Dewan Keamanan PBB. Hal ini akan memberikan kesempatan yang lebih luas dalam upaya menciptakan keamanan, ketertiban dan perdamaian di dunia. Peluang dan momentum ini tentu saja selaras dengan amanat konstitusi, seperti termaktub dalam pembukaan UUD 1945.

Sebagai bagian kecil dari keluarga besar NU dan warga negara, Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan menyampaikan syukur kepada pemerintah RI dan PCI Saudi Arabia. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan berkahNYa bagi seluruh bangsa dan negara Indonesia serta alam semesta. Sudahkah kita mensyukuri nikmat NKRI atau masih lebih suka memilih untuk menebar fitnah, intoleransi dan ujaran kebencian? 

Makah, 8 Agustus 2019/7 Dzulhijah 1440 H 
Beny Susanto 
Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan
 

BERITA REKOMENDASI