'category Jurnalisme'

Usia Bukan Halangan untuk Terus Belajar

MUSEUM Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, merupakan museum yang menyediakan berbagai Diorama kepahlawanan pejuang Indonesia yang tersaji lengkap dan tertata rapi dalam ruangan pamer. Museum yang digagas langsung oleh TNI Angkatan Udara, dahulu berada di Jalan Tanah Abang Bukit Jakarta dan diresmikan pada 4 april 1969 oleh panglima AU Laksamana Roesmin Noerjadin.

Pada 29 Juli 1978 museum ini pindah ke Yogyakarta, lebih tepatnya di Kompleks TNI AU di Pangkalan TNI AU Adisucipto Jl Raya Jogja – Solo. Di museum ini pengunjung dapat merasakan perjalanan ke masa lalu. Seperti yang dilakukan oleh rombongan dari lansia Kampung Ponggalan RW 06, Kelurahan Giwangan. Usia tak membatasi mereka untuk kembali menengok sejarah yang ada di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala.

Usia mereka berkisar antara 50 hingga 60 tahun. Tanpa mengeluh mereka mampu melewati diorama yang disajikan di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala. Mulai dari Ruang Utama, Ruang Kronologi I dan II, Ruang Alutsista, Ruang Paskhas, Ruang Diorama, dan sampai pada puncaknya yaitu menyaksikan film Jupiter Aerobatic Team di Mini Theater kepunyaan Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala.

Mereka sangat antusias sekali, ada yang berfoto selfie, naik pesawat, ada yang kesusahan karena memakai jarit. Bercerita tentang dulu ketika berkunjung ke Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala hanya sebatas mengantar cucu, sekarang malah bermain sendiri. Ada juga yang baru pertama kali berkunjung ke museum. Respon positif ditunjukkan oleh rombongan lansia tersebut, dengan mengucapkan takeline Salam Sahabat Museum, Museum di Hatiku. Suatu kebanggan bagi saya bisa berbagi ilmu dengan beliau-beliau ini.

Tak berselang lama setelah rombongan lansia selesai menonton film, tibalah rombongan dari PT Konsuil dari Purwokerto yang  menikmati fasilitas Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala yang tak kalah antusias dengan rombongan lansia tersebut. Untuk itulah tema 'Mengudara Bersama Asa' dipilih untuk mempromosikan Museum TNI AU Dirgantara Mandala secara lebih colorfull and fun pada Sabtu, 14 Agustus 2016. Harapannya agar siapapun yang berkunjung memiliki harapan dan cita-cita yang besar, serta usia tak menghalangi aktivitas tersebut. Ada banyak cara untuk kita mencintai Bangsa Indonesia, salah satunya adalah dengan mencintai bangsa kita sendiri, sejarah perjuangan para pahlawan.

Akhir kata, Bu Genduk selaku pimpinan rombongan berpesan agar dalam pengelolaan museum menyediakan sarana khusus bagi, pertama bagi penyandang difabel dan yang kedua hendaknya fasilitas yang ramah lingkungan bagi anak-anak. Diorama yang terbuat dari kaca hendaknya diberi pagar pembatas supaya lebih aman bagi anak-anak.

Salam Sahabat Museum, Museum di Hatiku.

Dhiyah Wahyu Pawestri (Finalis 30 Besar Duta Museum DIY 2016)

 

 

BERITA REKOMENDASI