1173 Lembar Upal Pecahan Seratus Ribuan Diamankan‎

BOYOLALI (KRjogja.com) – Dua orang pengedar upal berhasil dibekuk Polres Boyolali, yakni Mujib Al Muqorrobin (45), warga Kemanggon, Purbalingga, Jawa Tengah dan seorang perempuan, Gini Ari Wijayanti (43), warga Kali Baru, Banyuwangi, Jawa Timur. Dari kedua tersangka, petugas mengamankan sebanyak 1.173 lembar upal pecahan seratus ribuan.

Kapolres Boyolali AKBP M Agung Suyono, Senin (5/9/2016) menceritakan, pengungkapan upal tersebut bermula saat pada 31 Agustus lalu, Gini berbelanja di Pasar Kacangan, Kecamatan Andong, menggunakan upal. Pedagang yang menerima upal tersebut lalu melapor ke Polsek Andong. Keesokan harinya, Gini yang selama ini berdomisili di Solo tersebut datang kembali ke pasar tersebut untuk berbelanja. Petugas yang sudah melakukan pengintaian langsung melakukan penangkapan. Dari tangan Gini, petugas menyita 23 lembar upal pecahan seratus ribu.‎

"Setelah diinterogasi, diketahui jika Gini mendapat upal tersebut dari Mujib. Pada 2 September kemarin, Mujib berhasil dibekuk di wilayah Klaten," kata Kapolres.

Dari Mujib, petugas berhasil menyita upal pecahan seratus ribu sebanyak 1.150‎ lembar. Dari hasil penyelidikan saat ini, imbuh Kapolres, diketahui ia membeli upal dari seseorang di Bekasi, Jawa Barat, dengan perbandingan 1:3. Artinya, tiap tiga juta upal dibeli Rp 1 juta. Mujib kemudian menawarkan upal tersebut kepada Gini yang kemudian setuju untuk membeli upal tersebut dengan nilai 1:2.  

Kapolres menjelaskan, bila jeli, upal yang diedarkan kedua tersangka ‎mudah dikenali. Tekstur upal tersebut kasar sebagaimana hasil print. Warnanya juga tak begitu bagus dan pita uang berupa gambar saja. Kapolres mengimbau agar masyarakat waspada terhadap peredaran upal, terlebih jelang perayaan hari besar dimana tingkat konsumsi dan putaran roda ekonomi masyarakat meningkat.

"Kedua tersangka akan dijerap Pasal 245 KUHP dan UU RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang. Ancamannya 15 tahun penjaran" kata Kapolres.

Kepada wartawan, Gini mengaku mengenal Mujib dari suaminya yang sudah almarhum. Setelah diimingi-imingi bahwa upal tersebut layak bank, ‎ia tertarik dan membeli sebanyak dua puluhan lembar dengan nilai Rp 1 juta. Sebelum tertangkap petugas, upal tersebut sempat ia belanjakan di Pasar Kacangan, Andong, sebanyak 3 lembar.  

"Saya baru sekali ini mengedarkan upal," akunya. (M-9)

BERITA REKOMENDASI