2.330 Liter Mires Gagal Diedarkan

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Berawal dari aroma pekat ciu yang tercium di sepanjang jalan, distribusi 2.330 liter minuman keras (miras) ilegal berhasil digagalkan aparat. Miras yang terkemas di jeriken dan botol air mineral tersebut dipesan pemilik warung di sejumlah wilayah di Jaten.

Dalam gelar barang bukti di Mapolres Karanganyar, Kamis (22/09/2016) Kapolres AKBP Ade Safri Simanjuntak menunjukkan 75 buah jeriken berisi masing-masing 30 liter ciu. Kemudian 10 kardus berisi masing-masing 12 botol ciu kemasan bekas air mineral ukuran 600 mililiter.

Seorang sopir mobil Mitsubishi AG 9071 UV asal Jambangan, Papar, Kediri, Jatim, Heru Krisbianto (30) ditetapkan tersangka. Terbongkarnya distribusi miras ilegal ini diawali kecurigaan aparat Polsek Jaten yang mencium bau menyengat alkohol dari sebuah mobil truk.

Mobil yang dikemudikan tersangka tersebut melintas di ruas Jalan Solo-Tawangmangu, tepatnya di Desa Dagen, Jaten pada Selasa (20/09/2016) pukul 20.30 WIB. “Setelah dihentikan dan dicek, mobil truk isinya ciu semua. Sopir hanya bisa pasrah ditangkap polisi,” katanya.

Menurut keterangan tersangka, ia hanya diminta mengantarkan ciu-ciu itu ke pemesannya di wilayah Jaten. Dari beberapa kali pengiriman ciu, pemesan berniat menjualnya kembali secara eceran dari harga pembelian per jeriken Rp 110.000.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, pihaknya mengamankan ribuan liter miras di lokasi berbeda dalam upaya memberantas penyakit masyarakat (pekat) di Karanganyar sejak akhir Agustus lalu. Hal tersebut berkaitan program promoter 100 hari Kapolri tentang pemberantasan pekat meliputi antisipasi gangguan kamtibmas, premanisme dan terorisme. (R-10)

BERITA REKOMENDASI