2017 Kasus Naik, Karanganyar Pasar Potensial Narkoba?

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang mengalami kenaikan pada 2017 dibandingkan 2016. Sedangkan perkara kecelakaan, tipiring, dan pidana turun.

“Data itu menunjukkan prestasi membaik pengungkapan kasus, Sesuai program promoter Kapolres. Kerjasama aparat Polres Karanganyar dan dukungan masyarakat. Pengungkapan kasus narkoba ini tak lepas dari informasi masyarakat pula,” kata Kapolres Karanganyar AKBP Henik Maryanto kepada KRJOGJA.com, Rabu (3/1/2017).

Sepanjang 2017, aparat berhasil mengungkap 38 kasus dengan tersangka 48 orang. Barang buktinya sabu-sabu 55,615 gram, ineks 24 butir, 6.723 butir obat keras daftar G, psikotropika 242 butir, ganja 1,46 gram, dan tembakau gorila 7 linting. Sedangkan di 2016, diungkap 28 kasus dengan 28 tersangka. Adapun barang buktinya sabu-sabu 55,89 gram dan 80 butir obat keras daftar G.

“Area langganan kasus narkoba di Gondangrejo, Jaten dan Colomadu,” katanya.

Di sisi lain, kasus tindak pidana ringan (tipiring), seperti peredaran dan konsumsi minuman keras (miras) dan prostitusi pada 2017 menurun dibandingkan 2016. Polres merilis kasus tipiring pada 2016 sebanyak 313 kasus menjadi 189 kasus pada 2017.

Tercatat, denda kasus perjudian dan peredaran miras yang telah mendapat vonis Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar selama 2017 adalah Rp 213 juta. Polres Karanganyar mengklaim kejadian kecelakaan di wilayah hukum Polres Karanganyar menurun dari 1.014 perkara pada 2016 menjadi 934 kasus pada 2017. Kapolres menyebutkan sejumlah lokasi rawan kecelakaan, yaitu Jalan Raya Solo-Sragen, Solo-Tawangmangu, dan Jalan Lawu Karanganyar.(Lim)

BERITA REKOMENDASI