25 Kg Obat Petasan Disita

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Polres Purworejo menyita 25 kilogram obat petasan dari tangan AF (36) warga Desa Pacor Kecamatan Kutoarjo. Polisi juga mengamankan tujuh ikat petasan siap ledak dan sumbu. Pelaku yang tertangkap tangan membuat dan menjual petasan, digelandang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Diamankannya pelaku beserta barang bukti berawal dari operasi rutin satuan sabhara Polres Purworejo. "Mereka dengar informasi ada warga jual petasan, lalu didatangi dan ternyata terbukti benar," ucap AKBP Satrio Wibowo SIK, Kapolres Purworejo, menjawab pertanyaan KRJOGJA.com, Rabu (07/06/2017).

Menurut kapolres, pelaku sudah tiga kali Ramadan berjualan petasan dan bubuk peledaknya. Kepala polisi, tersangka mengaku membeli obat tersebut dari warga Kabupaten Kebumen.

Pelaku yang bisa membuat petasan, lantas membuatnya hingga terkumpul tujuh ikat. Setiap ikat berisi kurang lebih 50 petasan ukuran kecil dan besar. Menurut pengakuan pelaku, petasan akan dijual kepada warga dan dibunyak saat lebaran.

Sementara AF mengaku sudah sejak lama bisa membuat petasan. Beberapa tahun lalu, katanya, ia mendapat pesan SMS dari seseorang yang katanya memiliki bubuk petasan. "Saya awalnya tidak percaya, lalu coba hubungi dan bertemu, ternyata betul jualan. Sejak itu, terpikir membuat dan menjual petasan di Purworejo," ujarnya.

Obat petasan dijual kepada konsumen Rp 180 perkilogram, sedangkan seikat petasan siap ledak Rp 30 ribu. Untuk membeli 25 kilogram obat, AF merogoh modal Rp 3 juta. AF mengaku belum sempat jual, dan biasanya konsumen datang setelah dekat lebaran.

Kendati demikian, AF menyatakan tidak mengetahui apabila berjualan petasan dan peledaknya berkonsekuensi hukum. "Saya tidak tahu, tahunya kalau dulu itu aman-aman saja. Sudah tahu begini, saya kapok jualan petasan," tuturnya.

AF diperkirakan mendekam cukup lama dalam penjara. Pasalnya, ia akan dijerat dengan Pasal 1 UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman penjara paling lama 20 tahun. (Jas)

BERITA REKOMENDASI