9 Bulan Jadi ‘PNS’, Terima Gaji dari Uang Sendiri

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Jajaran Polsek Prembun mengungkap penipuan perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Sementara ini baru 4 korban yang melapor dengan total uang yang diserahkan ke tersangka mencapai Rp 155 juta. Uniknya, korban yang direkrut Oktober 2018 hingga kasusnya terbongkar Agustus 2019, setiap bulan mendapat gaji Rp 2 juta.

MCS (42) warga Bawukan Trucuk Klaten yang kontrak rumah di Desa Pesuningan, Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebumen, menjadi tersangka tunggal dalam kasus tersebut. Kepada korbannya, tersangka mengaku bisa memasukkan di Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tanpa tes. Syaratnya hanya menyerahkan sejumlah uang.

"Jumlah uang yang diminta, bervariasi. Dari 4 korban yang semuanya lulusan SLTA, 2 korban menyetor Rp 49 juta, yang lain Rp 36 juta dan Rp 21 juta," ungkap Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede bersama Kasubbag Humas Kompol Suparno, Kasat Reskrim AKP Edy Istanto, dan Kapolsek Prembun IPTU Tejo Suwono, dalam konferensi pers di Mapolres Kebumen, Kamis (15/8/2019).

Setelah memberi uang sebanyak yang diminta tersangka, korban menerima kartu identitas pegawai yang ada nomor induk pegawai (NIK). Tersangka juga memberi seragam dinas lengkap dengan atribut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, berikut papan nama dada, topi dan lainnya.

Dengan baju dan atribut lengkap layaknya PNS Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, korban diajak tersangka melakukan survei kondisi sungai yang ada di wilayah Kabupaten Kebumen dan Purworejo. Korban juga diminta membuat laporan hasil survei.

"Baju dan kelengkapannya, dibeli tersangka di pasar. Sedangkan gaji yang berikan, berasal dari uang korban," jelas AKBP Robertho Pardede.

Kasusnya terbongkar setelah korban mulai curiga karena sudah 9 bulan bekerja, belum juga menerima SK pengangkatan PNS. Bahkan ketika NIK dicek di laman BKN, ternyata atas nama orang lain. Pelaku ditangkap karena ada indikasi akan kabur setelah korban melaporkan ke polisi. (Suk)

BERITA REKOMENDASI