Aksi Klitih Masuk Kota, Dua Korban Dibacok

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Setelah aksi klitih terjadi di Bantul, kali ini merambah Kota Yogya. Seorang pelajar SMK swasta di Yogya, Yoga Agung Rahman Al Atiq (15) dan pemuda Alif Febri Wijaya (20) warga Kotagede menjadi sasaran bacok aksi klitih di Kotagede, Kamis (02/03/2017). Namun dalam hitungan jam, salah satu pelaku yakni R yang merupakan pelajar SMA swasta di Yogya berhasil ditangap, sedangkan nama 3 pelaku lain sudah dikantongi dan masih diburu petugas.

Atas kejadian itu, korban Yoga mengalami luka bacok di bagian punggung dan menjalani rawat jalan. Sedangkan korban Alif mengalami luka bacok di pipi dan harus menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Kotagede.

Kapolresta Yogya Kombes Pol Tommy Wibisono SIK mengungkapkan, setelah mendapat keterangan dari kedua korban dan saksi-saksi, petugas mendapatkan ciri-ciri pelaku. Kurang dari 6 jam setelah kejadian, pelaku berhasil menangkap R yang memboncengkan eksekutor pembacokan.

"Pembacokan itu diduga dilakukan 4 orang. Baru 1 pelaku yang berhasil kami tangkap dan masih dilakukan pemeriksaan secara intensif. Sedangkan 3 pelaku masih diburu dan identitasnya sudah diketahui petugas. Mudah-mudahan semuanya segera tertangkap," ungkapnya.

Kapolresta Yogya mengingatkan kepada remaja agar tidak membuat kriminalitas di wilayah Kota Yogya. Pihaknya secara tegas akan menindak pelaku kejahatan yang dilakukan remaja. Bahkan pihaknya tidak akan memberikan toleransi kepada pelaku kejahatan yang masih di bawah umur karena pembinaan yang selama ini dilakukan tidak memberikan efek jera.

"Tidak akan ada toleransi sedikitpun. Meskipun pelajar tetap akan kami penjarakan. Para korban ini tidak tahu apa-apa, tiba-tiba dibacok, " tegasnya.

Menurut korban Yoga, siang itu sekitar pukul 13.30 WIB, korban baru pulang sekolah dibuntuti 4 orang mengendarai 2 motor metik dari Gedongkuning. Merasa dibuntuti, korban berhenti di depan Tom's Silver Jalan Ngeksigondo Kotagede. Namun tiba-tiba motor korban ditendang hingga terjatuh.

"Saat mengangkat motor, satu pelaku membacok punggung saya dari atas motor. Setelah itu, para pelaku yang berpakaian preman itu langsung kabur ke arah ke utara, " kata Yoga saat mendapat perawatan di RS PKU Muhammadiyah Kotagede.

Ternyata pelaku tidak puas hanya membacok satu korban. Tak jauh dari TKP pertama, pelaku membacok korban Alif. Dari arah belakang, pelaku berteriak menanyakan sekolah mana. Pada saat korban Alif menengok ke belakang, salah satu pelaku membacok pipi menggunakan clurit.

"Setelah bacok, salah satu pelaku ada yang memberi komando untuk kabur. Pelaku itu kemungkinan 4 orang, tapi yang membawa clurit hanya 1 orang," kata Alif. (Sni)

BERITA REKOMENDASI