Aksi Selundupkan Sabu Lewat Dubur ke Dalam LP Gagal!

SEMARANG, KRJOGJA.com – Kebiasaan Ahmad (28) bersama dua rekannya, Agung (29) dan Aji(27) menyelundupkan narkoba jenis sabu ke dalam LP kelas I Kedungpane Semarang terhenti. Padahal, mereka dalam aksinya cukup lihai yakni menyimpan barang haram itu ke dalam dubur. 

Namun, sepandai pandainya menyimpan bangkai akhirnya tercium. Reserse anti narkoba yang mengendua ulah Rahmad tidak menyia nyiakan waktu menerkammya. Penyidik Satserse Narkoba Polrestabes Semarang, Kamis (28/11/2019) selain meringkus anggota komplotan pengedar barang haram Ahmad, Agung dan Aji, ketiganya warga Mijen Semarang, juga menyita 35 gram sabu, 300 butir ekstasi yang dikemas dalam 3 plastik masing-masing 100 gram dan kondom. Kondom dipakai membungkus sabu yang dimasukkan ke dubur. 

"Yang 'mengesankan' itu kita juga menemukan kondom," ungkap Kasatres Narkoba Polrestabes Semarang, AKBP Yudy Arto Wiyono pada gelar kasus, Kamis (28/11/2019). Penggunaan kondom pembungkus sabu, tentu bila dimasukan ke dubur membuat kulit tidak melecet. 

AKBP Yudy Arto Wiyono mengatakan terungkapnya ulah komplotan penyelundup narkoba ke dalam LP bermula dari informasi masyarakat 
"Kami mendapat informasi pada Senin 25 November lalu akan ada peredaran narkoba di LP," kisah Yudi Arto.

Informasi itu tidak disia-siakan Satserse narkoba dengan membentuk tim untuk melacak. Yang akhirnya tiga anggota komplotan pengedar dan kurir  ditangkap. Mereka Agung, Aji dan Rahmad sedianya akan menyelundupkan sabu lewat dubur yang ke tujuh untuk diserahkan kepada napi S gagal. Sabu dimasukkan ke dalam dubur dibungkus kondom.

Sebelum kedoknya terbongkar, Rahmad yang berperan menyembunyikan narkoba ke dalam dubur, seperti biasa berlagak bezuk S, bandar narkoba penghuni LP. Rahmad ketika masuk lewat pintu gerbang LP lolos dari pengawasan maupun penggeledahan. Sebab, sabu yang dibungkus kondom diselipkan ke dalam dubur tidak terdeteksi. 

Setelah berada di ruang tunggu di dalam LP, Rahmad sebelum ketemu napi yang dibekuk pura pura ke kamar kecil. Namun, di kamar kecil bukan kencing, tapi 'berak' narkoba terbungkus kondom. "Saya melakukan ini sudah enam kali dan rencana yang ke tujuh gagal karena ketahuan petugas," aku Rahmad. 

Tersangka Rahmad juga mengaku mendapat perintah dari S untuk mengambil barang haram itu di suatu tempat kemudian menyelundupkan ke lapas. Katanya, ia setiap melakukan penyelundupan mendapat upah antara Rp 1 – Rp 2,5 juta. "Saya dapet Rp 1 juta sampai Rp 2,5 juta," akunya. Kasus ini masih terus dikembangkan penyidik. (Cry)

BERITA REKOMENDASI