Alasan Pelaku Membunuh Iqbal Karena Tersinggung

YOGYA (KRjogja.com) – Tersangka BIM mengakui melakukan penganiayaan pada Septian Iqbal Dinaka Rofi (16) setelah merasa tersinggung lantaran terjadi saling lihat saat pelaku tengah nongkrong bersama teman-temannya. Pelaku kemudian menghantam kepala korban dengan potongan beton.

"Pelaku tak terima karena merasa di 'pecicili' oleh korban lalu dia mengejar dan memukul korban menggunakan potongan beton di bagian kepala, lalu tersangka meninggalkan korban," ungkap Kapolda DIY Brigjen Pol Drs Prasta Wahyu Hidayat didampingi Kapolresta Yogyakarta, Kombes Polisi Tommy Wibisono kepada wartawan dalam release di Mapolda DIY Senin (5/9/2016).

Terkait hilangnya barang-barang korban yang hilang dan diduga dicuri pelaku, berdasarkan keterangan pelaku ternyata dibuang ke sungai dekat kawasan tersebut. "Karena banyak noda darah maka dibuang pelaku di sungai, tas dan barang-barang korban," lanjutnya.

Ternyata BMI disangkakan pasal 338 KUHP sub pasal 354 ayat 2 KUHP sub pasal pasal 351 KUHP sub pasal 365 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukum 15 tahun penjara. Kini tersangka mendekam dibalik jeruji besi Polresta Yogyakarta sembari menanti proses persidangan.

Sebelumnya diberitakan seorang pemuda ditemukan kritis di sekitar Makam Gajah Miliran Umbulharjo pada Selasa (30/8/2016) pagi pukul 05.10 WIB. Ia diduga menjadi korban perampokan karena barang-barangnya hilang. Korban yang kemudian diketahui bernama Septian Iqbal Dinaka Rofiqi (16) akhirnya meninggal dunia pada 1 September tepat saat hari ulang tahunnya. (Fxh)

 

 

BERITA REKOMENDASI