Ancaman Terorisme, Petugas Wajib Kenakan Rompi Anti Peluru

SOLO, KRJOGJA.com – Wakapolda Jateng Brigjen  Indrajit menegaskan  pengamanan Lebaran di wilayah Solo Raya mendapat prioritas tersendiri. 

"Selain mengamankan obyek-obyek yang dikunjungi masyarakat yang merayakan Lebaran , petugas yang terjun di lapangan diwajibkan memakai rompi anti peluru untuk mengantisipasi tindak pidana terorisme yang beberapa kali terjadi di Solo saat Lebaran,”ujar Wakapolda Jateng saat digelar operasi  Ramadniya Candi 2017  di Stadion Manahan Solo, Senin  (19/6/2017).

Saat gelaran operasi Ramadniya Candi di Solo ditandai  dengan pemusnahan ribuan liter minuman keras (miras) berbagai jenis serta daging babi hutan (celeng) seberat 1,5 ton barang bukti (BB) hasil sitaan  yang dilakukan Satgas Mafia Pangan Polresta Solo. Miras yang dimusnahkan mulai dari jenis minuman tradisional jenis ciu oplosan, anggur, hingga miras bermerk. Rincian miras yang dimusnahkan diantaranya 2.054 botol ukuran 600 mililiter atau sekitar sekitar 1.232 liter jenis ciu, 261 botol ukuran 1,5 liter atau sekitar 391 liter ciu.

Brigjen Indrajit menambahkan setiap pos pengamanan dan kantor polisi di Solo juga di back up oleh unsur TNI serta penembak jitu (sniper) dari Brimob. "Teroris jangan coba-coba mengacau masyarakat, saya perintahkan untuk tembak di tempat bagi teroris dan penjahat kambuhan yang mengganggu masyarakat yang merayakan Lebaran,”tegas Brigjen Indrajit.

Wakapolda Jateng didampingi Kapolresta Solo AKBP Ribut Hari Wibowo mengatakan, berkomitmen untuk memerangi penyakit masyarakat (Pekat), khususnya minuman keras. (Hwa)

 

BERITA REKOMENDASI