Apes, Seret Pedang untuk Menakuti, Malah Dikeroyok Warga

SLEMAN, KRJOGJA.com – Beralasan sedang mencari cah 'klitih', dua orang warga menyeret pedang di jalan dan mengancam warga. Namun, sial ada warga yang meneriaki begal, akhirnya justru keduanya babak belur dihajar warga.

Dilansir dari Koran Merapi, dua orang, sebut saja  NH (24) warga Sardonoharjo, Ngaglik, dan RF (21) warga Wedomartani, Ngemplak melintas di Dusun Lojajar, Ngaglik, Sleman, Selasa (3/12) pukul 22.30 WIB. Keduanya mengenderai motor sembaru menyeret pedang.

Tanpa sebab yang jelas, keduanya kemudian memepet pengendara motor itu sambil menyeret pedang. Korban yang ketakutan, kemudian kabur sambil berteriak 'begal-begal'. Teriakan korban didengar sejumlah warga.

Dengan dibantu warga, korban kemudian mengejar pelaku. Tahu warga mengejarnya, kedua panik.

Mereka memacu sepeda motornya dengan kecepatan tinggi. Akibatnya, pelaku RF yang bertindak sebagai joki kehilangan kendali hingga jatuh.

Panik hendak dihakimi warga, mereka kabur dengan meninggalkan sepeda motor di lokasi kejadian. Kendati demikian, pelaku NH berhasil diamankan warga tidak jauh dari lokasi kejadian.

"Saat akan ditangkap, NH sempat mengayun-ayunkan pedang ke arah warga. Tapi karena kalah jumlah, akhirnya pelaku berhasil diringkus warga," kata Kapolsek Ngaglik Kompol Ali Masud kepada wartawan, kemarin.

Sementara itu RF ditangkap satu jam kemudian setelah keluar dari tempat persembunyiannya di tengah sawah. Keduanya kemudian diserahkan ke pihak berwajib untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Polisi menemukan puluhan butir pil koplo di rumah pelaku. Mereka mengaku mencari cah klitih untuk balas dendam. Tersangka NH berikut barang bukti sepeda motor Honda Beat dan sebilah pedang dengan panjang 50 centimeter sudah ditahan di Polsek Ngaglik, Rabu (4/12).

Sedangkan pelaku RF masih menjadi saksi karena berperan sebagai joki. "Pelaku ini belum sempat melukai korban. Dia hanya menyeret ujung pedang di aspal untuk menakut-nakuti korbannya," beber Kompol Ali.

"RF saat ini hanya sebatas saksi, tidak kita tahan. Dia berperan sebagai joki sedangkan NH yang membawa pedang dan mengancam pengendara motor lain," ujar Ali.

Kanit Reskrim Polsek Ngaglik Iptu Budi Karyanto SH menambahkan, dari hasil penggeledahan di rumah NR, ditemukan puluhan butir pil koplo di antaranya 9 butir pil hexymer, 70 butir pil stelosi dan 4 butir pil alprazolam.

"Kita akan berkoordinasi dengan Satnarkoba Polres Sleman untuk penanganannya. Kita juga masih periksa dari mana pelaku mendapatkan obat yang masuk daftar G ini," tegasnya.

Kepada polisi, NF mengaku membawa sajam saat keluar malam lantaran untuk berjaga-jaga kalau diserang kelompok lain. Pasalnya dia mengaku sebelumnya juga menjadi korban klitih.

"Untuk jaga-jaga saja, dulu teman saya pernah diklitih dengan dilempar batu," akunya. Dengan kondisi mabuk, kedua pelaku ini juga mengaku keluar malam sambil membawa pedang karena ingin mencari pelaku klitih.

Saat melihat korban, mereka mengira dia anggota geng klitih hanya karena membawa tas ransel. "Saya juga mencari pelaku klitih, biasanya ciri-cirinya membawa tas ransel," katanya. Atas perbuatannya tersebut, NF harus mendekam di sel tahanan Polsek Ngaglik. Pelaku dijerat UU Darurat No 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam, dengan ancaman 12 tahun penjara. (Shn)

BERITA REKOMENDASI