Awas! Main Hakim Sendiri dengan Melakukan Kekerasan Bakal Jadi Bumerang bagi Pelakunya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pihak Kejaksaan Negeri Sleman, dalam hal ini Basaria Marpaung, SH (Jaksa Penuntut Umum/JPU) telah memanggil saksi sejumlah 3 orang yang berinisial CDR, ED, PLS untuk dimintai keterangan di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sleman untuk menjelaskan kronologi singkat kejadian perkara terkait para korban atau saksi mendapatkan penganiayaan, Senin (1/11/2021).

“Dimana korban mau mengambil mobilnya sendiri dari si pelaku dan juga sebagai penyewa mobil di sebuah rental mobil di kawasan Jalan Parangtritis KM 7,5, Sewon, Bantul. Malah diketahui mobil tersebut digadaikan kepihak ke tiga. Terkait peristiwa itu justru pemilik mobil mendapatkan hal yang tidak baik dari kelompok penyewa tersebut dan mendapatkan bogem mentah di tubuh mereka dengan tuduhan pemerasan,” terang Basaria.

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Novita Ari Dwi Ratna Ningrum SH MH. Dalam persidangan tersebut para saksi menunjukan bagaimana kekerasan ataupun penyiksaan di luar prikemanusiaan sesuai dalam pasal 351 KUH pidana. Kejadian tersebut terjadi di kawasan Jalan Magelang, Monggang, Sleman.

“Ini mudah – mudahan jadi pelajaran berharga untuk kita semua agar tidak main hakim sendiri dengan cara fisik yang membuat pihak lain menderita bahkan cidera apalagi ternyata salah sasaran. Majelis hakim mudah – mudahan juga bisa memberikan keadilan yang seadil adilnya dalam kasus ini dan terdakwa ARF tidak mengulangi perbuatannya lagi,” pungkas Basaria.(*)

BERITA REKOMENDASI