Ayah Ajak Dua Anak Tenggak Racun

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Upaya percobaan bunuh diri satu keluarga dengan cara menenggak racun terjadi di sebuah rumah kontrakan di Keparakan Kidul RT.57/RW.13 Mergangsan Yogyakarta, Jumat (23/09/2016) malam. Puji Raharjo (50) yang diduga terlibat perselisihan dengan sang istri mengajak dua anaknya yakni Rahmadani (4) dan Erin Febi Lestari (9) untuk bersama-sama mengakhiri hidup. Beruntung aksi tersebut cepat diketahui warga dan nyawa ketiganya berhasil diselamatkan setelah sebelumnya sempat kritis di rumah sakit.

Kejadian ini bermula saat Puji pulang dari tempat kerjanya sebagai karyawan sebuah hotel di kawasan Kasihan Bantul. Tak biasanya Puji pulang satu jam lebih awal, malam itu ia sampai kontrakan sekitar pukul 21.00 WIB.

Setibanya di rumah tak lama kemudian terdengar suara ribut-ribut dan kedua ananya langsung menangis. Pemilik kontrakan, Ny Slamet Basuki (77) yang curiga langsung menuju rumah tersebut. Ia lalu mengetuk pintu belakang dan mencoba membukanya namun terkunci dari dalam.

Perempuan ini kemudian menuju pintu depan dan akhirnya berhasil masuk ke dalam. Di sana ia sudah melihat Puji terbujur lemas tak sadarkan dini dengan mulut berbusa, sementara dua anaknya muntah cairan beraroma menusuk hidung. Ia segera memberitahukan warga sekitar dan bergegas melarikan ketiganya ke RS Pratama.

Kapolsekta Mergangsan, Kompol Bambang Murdo Priyono mengungkapkan, nyawa ketiganya berhasil selamat setelah sebelumnya sempat kritis. Kini ayah dan kedua anaknya itu telah dirujuk ke RSUP dr Sardjito Yogyakarta.

“Untuk dua anak yang menjadi korban telah masuk ke bangsal, sedangkan ayah masih dirawat di ICU. Ketiganya hingga saat ini dilaporkan selamat,” ungkapnya di Mapolsekta Mergangsan, Sabtu (24/09/2016).

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) petugas menemukan sebuah botol bekas air mineral berisi cairan yang diduga racun. Hingga saat ini Polisi belum bisa memastikan jenis racun yang digunakan Puji untuk mengakhiri hidup bersama dua orang anaknya itu.

“Belum diketahui apa isi botol tersebut karena saat ini tengah diteliti di laboratorium. Untuk motif upaya bunuh diri ini diduga persoalan rumah tangga antara suami dan istri yang saat ini tengah bekerja di Singapura sebagai TKW,” ungkap Bambang. (Van)

BERITA REKOMENDASI