Bantu Selundupkan 97 Kg Sabu, Peni Dituntut Penjara Seumur Hidup

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG(KRjogja.com)– Citra Kurniawan dan Tommy Agung Pratomo yang diduga terlibat sindikat peredaran narkona Internasional dituntut masing masing hukuman penjara seumur hidup.

Tuntutan jaksa di ruang sidang berbeda di Pengadilan Negeri Semarang, Rabu (2/11) petang terkait keterlibatan kedua terdakwa secara sengaja membantu penyelundupan 97 kg sabu yang disamarkan impor mesin genset dari Tiongkok ke Jepara (Jateng) lewat Pelabuhan Tanjung Emas. Semarang. Kedok itu terbongkar Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Bea Cukai dengan menangkap 7 pelaku terdiri 3 otaknya terdiri 2 orang Pakistan dan seorang warga negara Amerika. Sedangkan empat lainnya warga negara Indonesia, termasuk Citra Kurniawan dan Tommy Agung Pratomo.

Keduanya, seperti  Citra oleh  jaksa penuntut umum Bondan Subrata selain dituntut hukuman penjara seumur hidup, juga dituntut membayar denda masing masing Rp 1 miliar. Namun, jika denda tidak dibayar diganti kurungan 6 bulan.

Terdakwa  lain seorang wanita.Peni Suprapti, pemilik gudang mebel yang disulap menjadi gudang barang selundupan genset berisi puluhan gram sabu dituntut hukuman lebih ringan 18 tahun penjara. Selain itu, Peni, istri salah satu otak penyelundup asal Pakistan juga didenda  Rp 1 miliar sub sider 6 bulan penjara. Tuntutan ringan dibanding kedua rekannya dimungkan peran  Peni Suprapti . Ia pada sidamg sebelumnya  mengaku tidak tahu jika barang impor berupa genset dari Tiongkok lewat pelabuhan Tanjung Emas Semarang  berisi serbuk sabu sebanyak 97 kg.

Lain, dengan dua rekannya Citra dan Agung  pegawai PT Jacobson Global Logistics Indonesia. Jaksa Penuntut Umum Bondan Subrata yang menyeret Citra Kurniawan menyebutkan peran  terdakwa mendatangkan narkoba dari Tiongkok sangat menonjol. Ia mula mula  dihubungi otak penyelundup Muhammad Riaz. Riaz yang juga tertangkap rencananya, Kamis (3/11) diajukan ke sidang bersama dua rekanya  Faid Akhtar dari Pakistan dan Kamran Malik alias Philip Russel dari Amerika Serikat.

Kedua terdakwa yang perannya  membantu pengurusan dokumen impor genset berisi sabu tersebu telah menikmati hasilnya. Apalagi mereka, berdua menetapkan tarif proses impor sabu sindikat Pakistan cukup besar mencapai Rp 190 juta. (Cry)

 

 

BERITA REKOMENDASI