Bareskrim Gerebek Pabrik Obat Keras, Sehari Produksi 14 Juta Pil

YOGYA, KRJOGJA.com – Dua pabrik pembuatan obat-obatan keras yang berlokasi di Kasihan, Bantul dan Gamping, Sleman, digerebek petugas Ditipidnarkoba Bareskrim Polri, pekan kemarin. Beroperasi sejak 2018, dua pabrik itu mampu memproduksi 14 juta pil perhari dengan omzet Rp 14 miliar setiap harinya.

Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka terkait penggerebekan dua pabrik sekaligus gudang obat tersebut, yakni WZ, DA dan JSR. Selama tiga tahun beroperasi, obat keras dan berbahaya hasil produksi dua pabrik itu telah edar di DIY, Jawa Barat, DKI, Jakarta Timur dan Kalimantan. “Tidak menutup kemungkinan, obat ini malah sudah edar di seluruh wilayah Indonesia. Saat ini masih kami kembangkan karena masih ada yang DPO,” ungkap Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto saat rilis di lokasi penggerebekan, Jalan IKIP PGRI No 158, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Senin (27/9/2021).

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Krisno Siregar mengatakan, di dua pabrik itu, ada 7 mesin yang beroperasi penuh tiap harinya. Satu mesin, mampu menghasilkan 2 juta butir pil perhari sehingga sebulan sebanyak 420 juta pil berhasil diproduksi di dua pabrik yang berjarak 500 meter itu. Saat penggerebekan di Kasihan, Selasa (21/9/2021) pukul 23.00 WIB, ditemukan mesin produksi obat, berbagai jenis bahan kimia, obat keras jenis Hexymer, Trihex, DMP, double L, IRGAPHAN 200 mg yg sudah dipacking dan siap kirim.

Polisi juga menemukan adonan berbagai bahan siap diolah menjadi obat. “Temuan ini terbesar, dilihat dari mesinnya dan hasil produksinya. Kami menyebut ini Mega Cland Lab untuk produksi obat-obatan berbahaya dan terlarang,” tandasnya. (Ayu)

BERITA REKOMENDASI