Bawa Pedang di Jalanan, Empat Pelajar Diamankan

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Kepolisian Resort Temanggung menangkap geng pelajar ‘Sari Ayam’ karena meresahkan masyarakat, dalam suatu operasi, Senin (25/02/2020). Empat orang dijadikan tersangka, karena berkonvoi di jalan raya dengan mengacung-acungkan senjata tajam. Kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut tidak menutup kemungkinan ada tambahan tersangka.

Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali mengatakan empat tersangka dijemput di rumahnya masing-masing setelah kepolisian mengantongi identitas mereka. Sebelumnya mereka pada Minggu dini hari berkonvoi di jalan Raya Parakan, sekitar Desa Wanutengah Kecamatan Kedu Temanggung dengan mengendarai sepeda motor sambil mengacung-acungkan senjata tajam. “Aksi mereka direkam warga yang kemudian diunggah di media sosial,” katanya didampingi Kasat Reskrim AKP Muhamad Afan, Selasa (25/02/2020).

Dikatakan kepolisian yang mendapat laporan masyarakat dan melihat aksi mereka di media sosial saat operasi cyber kemudian melakukan pendalaman. Petugas yang mengantongi identitas selanjutnya melakukan penangkapan. “Kami menangkap Senin, setelah pemeriksaan dinyatakan empat jadi tersangka, mereka pelajar sejumlah SMK swasta di Temanggung,” katanya.

Baca juga :

Malioboro Naik Kelas
Permintaan Bibit Pisang Tinggi

Dia mengatakan penangkapan untuk mencegah konflik sosial dan tindakan anarkis di masyarakat, seperti tawuran antar pelajar dan dengan masyarakat. Motif mereka sejauh ini hanya ingin membanggakan punya kelompok atau gank pelajar

“Kami masih melakukan penyelidikan dan tersangka untuk sementara dititipkan pada orang tua. Mereka wajib lapor pada kepolisian,” katanya,

Dikatakan petugas menjerat mereka dengan pasal 2 ayat 1 UU Darurat RI Nomor 12 tahun 1951, tentang penguasaan, membawa dan mempergunakan senjata tajam dengan ancaman 10 tahun penjara.

Tersangka, Ab mengatakan semula nongkrong bersama sejumlah teman-teman geng di pinggir jalan dekat RSK Ngestiwaluyo, hingga kemudian ada seorang teman datang dan bercerita telah diancam oleh gang lain. “Kami lalu mencari geng tersebut dengan membawa senjata tajam. Ini hanya untuk menakut-nakuti saja,” katanya.

Dia mengatakan tidak tahu jika aksi itu direkam warga hingga kemudian di unggah di media sosial dan berbuntut penangkapan oleh kepolisian. Gengnya sendiri belum ada nama, sebenarnya hanya nongkrong saja dan menunjukkan identitas. (Osy)

BERITA TERKAIT