Bekuk Pengedar Narkotika, Polisi Amankan 25 Gram Sabu

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Satuan Narkoba Polres Boyolali berhasil membengkuk seorang pengedar narkotika, yakni EF (36), warga Dukuh/Desa Bantengan, Kecamatan Karanggede dan mengamankan sejumlah barang bukti berupa sabu seberat 25 gram serta 3 butir ekstasi. Polisi masih terus mengembangkan kasus ini.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, Senin (24/7/2017), EF dibekuk di rumahnya pada Sabtu (22/7/2017),  setelah polisi mendapat informasi dari masyarakat jika rumah tersebut kerap digunakan untuk pesta Narkoba. ‎Saat digeledah, selain mendapati sebanyak 25 gram sabu serta tiga butir pil ekstasi, petugas juga mendapati sebuah bong serta seperangkat alat pengemas sabu diantaranya timbangan digital. Dari penangkapan itulah, ditehaui EF tak hanya sekedar pemakai, tapi juga pengedar sabu.

Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi menjelaskan, tersangka mendapatkan berbagai jenis narkotika tersebut dari wilayah Kota Semarang dan bertransaksi melalui telepon. Begitupun saat ia menjual ke pemesan, transaksi dilakukan melalui telepon dan barang diletakkan di tempat yang sudah disepakati.

"Jadi saat ia membeli maupun saat ia mengedarkan tak pernah face to face atau bertemu muka," terang Aries.

Sampai sejauh ini, pengungkapan kasus dengan barang bukti sebanyak 25 gram sabu tersebut merupakan salah satu yang terbesar di wilayah Boyolali. Saat ini, lanjut Kapolres, kasus ini masih terus dikembangkan dengan harapan bisa membongkar jaringan yang lebih besar sehingga wilayah Boyolali bisa bersih dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

‎Meski tertangkap basah menyimpan sabu lengkap dengan alat pengemasan sabu, namun EF membantah menjadi pengedar dan mengaku sebagai kurir saja. Dalam bertransaksi, biasanya paket sabu diselipkan di pagar runah atau di konstruksi besi jembatan dengan upah sekali transaksi sebesar Rp 30 ribu.

"Saya hanya disuruh meletakkan barang tersebut di suatu tempat dan kemudian langsung pergi," akunya. (R-11)

BERITA REKOMENDASI