Beli Ratusan Pil Penenang, Kadal Diamankan Petugas

SLEMAN (KRjogja.com) – Wahyunianto alias Kadal warga Hargobinangun Pakem Sleman terpaksa merasakan dinginnya sel penjara Mapolres Sleman sejak Kamis (25/8/2016). Pasalnya, pria yang kesehariannya bekerja sebagai karyawan swasta ini nekat membeli ratusan butir obat penenang jenis psikotropika melalui media online.

Kapolres Sleman AKBP Yuliyanto mengatakan penangkapan pada tersangka Kadal tersebut dilakukan oleh satuan Narkoba Polres Sleman setelah mendapatkan laporan adanya pembelian obat psikotropika dalam jumlah yang banyak.  Menurut dia, petugas mulai menaruh curiga lantaran mulai munculnya peredaran obat sejenis di kawasan Sleman beberapa waktu terakhir.

"Pada 23 Agustus kami tangkap penyalahguna pil aprazolam yang masuk kategori psikotropika sebanyak 343 butir di kawasan Pakem Sleman. Yang bersangkutan ini mendapatkan ratusan pil tersebut dari online dan dikirim melalui jasa pengiriman," ungkapnya.

Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan 30 papan dengan total 343 butir pil. "Awalnya 30 papan, masing-masing 10 pil, kemudian kita kembangkan dan dirumahnya ada 43 lagi jadi total 343 butir," lanjutnya.

Berdasarkan pengakuan tersangka, ia sudah lima kali melakukan pemesanan obat tersebut melalui online. "Akhirnya yang kelima ini kami tangkap, sebelumnya menjajal dulu satu papan dan menurut dia berhasil jadi order lagi semakin banyak dan kami amankan," imbuhnya.

Polisi kini masih melakukan penelusuran dari mana tersangka mendapatkan ratusan butir pil tersebut dengan meminta keterangan dari pihak jasa pengiriman dan interogasi tersangka. "Soalnya nama pengirimnya tak dicantumkan jadi kami harus melacak lagi," imbuh Kasat Narkoba Polres Sleman AKP Ronny Are

Oleh tersangka sedianya obat tersebut akan dikonsumsi sendiri, namun jika melihat banyaknya barang tak menutup kemungkinan akan diedarkan secara bebas. "Sebelumnya dia memang konsumsi sendiri dan ada yang dijual, kemungkinan ini juga akan dijual, tersangka ini mengaku satu papan itu harganya Rp 50 ribu," imbuh Are.

Alih-alih mendapat untung, kini Kadal malah harus mendekam di balik jeruji besi menanti hukuman yang cukup berat. Ia dikenakan pasal 62 UU no 5 tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI