Bendahara YIS Ajukan Peninjauan Kembali

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Tim kuasa hukum Bendahara Yogyakarta Independent School (YIS), Supriyanto akhirnya mengajukan Peninjauan Kembali (PK) terhadap putusan Mahkamah Agung (MA). Upaya hukum ini ditempuh lantaran sebelumnya MA mengabulkan kasasi yang diajukan jaksa dan menghukum Supriyanto dengan 6 bulan kurungan penjara.

“Kami tidak pernah tahu apa pertimbangan majelis hakim mengabulkan kasasi yang diajukan jaksa. Hari ini kami mengajukan PK terhadap putusan tersebut,” tegas ketua tim kuasa hukum, Odie Hudiyanto SH didampingi Arif Faruk SH di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Jumat (18/02/2022).

Ia menegaskan, dengan diajukannya PK ini berarti masih ada upaya hukum yang dilakukan Supriyanto. PK ini sekaligus menegaskan jika jaksa tidak bisa mengeksekusi Supriyanto untuk dilakukan penahanan.

“Adanya PK maka perkara ini belum selesai dan belum ada pihak yang dinyatakan benar atau pihak yang dinyatakan salah. Dengan demikian Supriyanto belum bisa ditahan oleh pihak Kejaksaan,” jelasnya.

Dalam PK ini pihak kuasa hukum akan mengajukan novum (bukti baru) berupa hasil audit dari Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek. Hasil audit menerangkan jika kurikulum yang dipergunakan di YIS yakni kurikulum internasional dan nasional.

Selain itu menurut kuasa hukum, hasil audit juga menyatakan tidak ada pemberian nilai palsu dalam ijazah yang telah dikeluarkan pihak sekolah. “Dengan demikian bahwa dasar mendakwakan Supriyanto melakukan menyuruh memasukkan nilai dalam ijazah itu tidak terbukti,” pungkasnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI