Bentrok Antar Ormas di Grogol, 3 Luka 11 Dibekuk

SEMARANG, KRJOGJA.com – Pemburuan terhadap pelaku aksi brutal melibatkan puluhan orang terhadap anggota kelompok ormas lain di Grogol, Sukoharjo akhir Oktober lalu terus digalakkan. Tim gabungan dari Dit Reskrimum Polda Jateng, Polres Sukoharjo dan Polsek Grogol hingga, Senin (4/11/2019) baru menangkap 11 pelaku, empat diantaranya ditembak kakinya.

“Kami terpaksa melumpuhkan dengan tembakan pada bagian kaki karena mereka ketika ditangkap mencoba lari maupun melawan,” ungkap Dir Reskrimum Polda Jateng Kombes Pol Budhi Haryanto pada gelar kasus, Senin (4/11/2019) di Mapolda, jalan Pahlawan Semarang.

Ke 11 tersangka, sebagian diantara mereka berstatus pelajar pada gelar kasus didatangkan. Mereka dari salah satu padepokan pencak silat di wilayah Winongo Karanganyar masing-masing PT (16), Hil(16), Yog (16), Riz (19), Sat (19), Ber (17), Pra (23), AE (17), DIm (16), Joh (25), Jo dan Her(36). Selain, ke 11 tersangka, penyidik menyita barang bukti diantaranya lampu senter dilengkapi alat kejut (setrum), senjata tajam 3 clurit dan 2 gobang, pisau cutter, 6 unit motor beserta 4 helm dan sejumlah ponsel.

Disebutkan, aksi penyerangan antar ormas di dunia persilatan itu meminta korban tiga orang dari pihak PSHT Sukoharjo. Salah satu korban berinisial YB mengalami luka sayatan pada bagian punggung sehingga  mendapat 52 jahitan. Luka menyayat hati itu akibat disayat pakai cutter. Tersangkanya, Joh. “Dari hasil penyidikan terungkap korban YB sebelum terluka sayat akibat cutter pada punggung telah dihujani tendangan dan pukulan,” ungkap seorang penyidik.

Aksi penyerbuan berdarah yang cukup meresahkan masyarakat mendorong Dit Reskrimum Polda  menurunkan tim khusus dari Subdit III Jatantras dipimpin Kompol Priyo Utomo. Tim ini  bekerjasama dengan Polres Sukoharjo dan Polsek Grogol. Dari, hasil pengusutan sementara diamankan 11 orang yang sebagian diantara mereka berstatus pelajar.

“Jumlah pelaku yang ditangkap 11 orang tidak menarik kemungkinan bertambah,” jelas Dir Reskrimum didampingi Kabid Humas Kombes Pol Iskandar FS dan penyidik Kompol Didiek Sugeng.

Penyebab aksi penyerangan dikabarkan bermula raibnya atribut PSH Winongo berupa selendang dan baju. Diduga dicuri anggota padepokan persilatan saingannya. Yang akhirnya atas perintah pimpinan Her berbuntut aksi penyerangan setelah latihan di lapangan Perumahan Wonokrisan, Gondangrejo Karanganyar. Untuk menekan agar kasus serupa tidak terulang, Polda akan segera mengumpulkan pimpinan ormas, terutama kelompok persilatan.(Cry)

BERITA REKOMENDASI