Berbekal Jimat Malah Tertangkap

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Petualangan Siswanto (35) dan Maryono (26) di dunia hitam berakhir di tangan polisi. Meski berbekal senjata tajam dan jimat, dua begal ini tak bisa lari dari kejaran aparat.

Dalam gelar barang bukti di Mapolres Karanganyar, Senin (15/8/2016), Wakapolres Kompol Prawoko dan Kapolsek Kebakkramat AKP Lukman Tri Novianto menunjukkan sebilah pisau milik tersangka. Benda tajam sepanjang 42 sentimeter ini selalu dibawa keduanya saat beraksi dan untuk mengancam korban. Ikut disita pula selembar kain tercetak tulisan hijaiyah yang dipercaya pelaku sebagai jimat.

"Dapetnya jimat itu dari Gedong, Purwodadi. Disuruh dibawa setiap kali beraksi. Biasanya saya simpan di kantung celana," ujar Siswanto kepada wartawan.

Warga Desa Munggung, Karangdowo, Klaten ini tak menjelaskan detil kegunaan jimat itu. Namun selama menyimpannya, ia dan Maryono warga Karanganyar berulangkali sukses menjarah harta korban. Termasuk sebuah ponsel merek I Phone 5s milik mahasiswi asal Kebakkramat bernama Syela Ambri Yudana (20). Korban melaporkan aksi penjambretan terhadap dirinya di depan SPBU Waru, Jalan Solo-Sragen KM 13 pada Kamis (9/8/2016) lalu ke Polsek Kebakkramat. Pengejaran ke wilayah Purwodadi akhirnya berhasil menangkap dua pelaku tersebut pada Kamis (11/8/2016).

"Ternyata mereka spesialis pencuri berbagai modus yang beraksi di Karanganyar, Purwodadi, Sragen, Solo dan Salatiga. Sebelum ini mencuri sebuah sepeda motor di Boyolali. Saat beraksi, mereka menutup mukanya dengan kain slayer," kata Wakapolres.

Lebih lanjut dikatakan, barang-barang rampasan pelaku dijual murah seperti rampasan dari Boyolali berupa satu unit Honda Vario Rp 2,9 juta. Dalam kasus ini, polisi mengamankan barang bukti beberapa plat sepeda motor dan empat unit ponsel. Para pelaku dijerat pasal pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. (M-8)

BERITA REKOMENDASI