Berikut Kronologi ‘Krecek Sabu’ Versi Kalapas Narkotika

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN (KRjogja.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Yogyakarta bersama Polsek Pakem berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu yang dimasukkan dalam kerupuk krecek Selasa (12/7/2016). Kepala Lapas Narkotika, Erwedi Supriyanto menyampaikan kronologis penggagalan upaya penyelundupan yang terjadi saat besuk bebas Idul Fitri tersebut.

 

Kepada wartawan saat ditemui di kantornya, Erwedi mengatakan penggagalan tersebut dilakukan oleh petugas penggeledahan yang curiga ada pengunjung yang membawa seplastik besar kerupuk krecek. "Padahal di lapas tak bisa mengolah krecek, jadi kami curiga dan lakukan pengecekan, kira-kira pukul 11.00 WIB," ungkapnya.

Kerupuk krecek tersebut dibawa oleh seorang perempuan yang kemudian diketahui bernama Wulandari (22) yang membesuk menggunakan KTP atasnama Arif Sulistyo. "Dia akan bertemu warga binaan Deni Adi Pratomo, namun saat kerupuk diperiksa ternyata ada bungkusan berisi kristal bening dan diduga memang sabu sehingga kami minta polisi untuk menindaklanjuti," lanjut Kalapas. (Baca Juga: Krecek Isi Sabu Gagal Diselundupkan)

Upaya penyelundupan pada saat besuk bebas kemarin tak hanya terjadi satu kali. Sebelumnya pukul 10.00 WIB petugas lapas menurut Erwedi juga berhasil mengamankan seorang pengunjung, Yulia Putri Rumini yang berusaha menyelundupkan pipet kaca dalam makanan semprong. "Pipet tersebut kami duga hendak diselundupkan untuk menikmati narkoba," ungkapnya lagi.

Kalapas beranggapan, banyak pihak yang berusaha memanfaatkan waktu besuk bebas untuk menyelundupkan barang tak semestinya ke dalam lapas. Pasalnya, dalam satu hari tersebut lapas memberikan waktu pada warga binaan untuk bertatap muka langsung dengan keluarga yang ingin merayakan Lebaran bersama.

"Ternyata sejak pukul 08.00 kami buka waktu kunjung tak sedikit yang berusaha memanfaatkan kesempatan untuk menyelundupkan barang-barang terlarang. Ada juga dua pengunjung yang kami amankan karena menyelundupkan handphone di celana dalamnya, inilah yang sangat kami sayangkan," keluh Kalapas.

Kini penyidikan kasus tersebut dilanjutkan oleh kepolisian dari Polsek Pakem. Polisi berniat melakukan pengembangan sindikat di balik upaya penyelundupan tersebut.

"Kami akan kembangkan dari mana Wulandari ini mendapatkan barang karena dia hanya sebagai kurir saja dan diduga peredaran dikendalikan dari dalam lapas. Kami periksa narapidana juga untuk dapatkan informasi sebanyak mungkin," ungkap Kapolsek Pakem Kompol Sudaryanto. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI