BNNP Jawa Tengah Proses TPPU Terpidana Narkotika

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Dua bidang tanah berdiri sebuah rumah di Dukuh Jatimalang, Desa Joho, Kecamatan Mojolaban, sebuah sepeda motor Honda Vario Nopol AD 5097 AH dan uang tunai Rp 218.950.000 digelar petugas dari jajaran Badan Narkotika Provinsi (BNNP) Jawa Tengah. Barang bukti tersebut merupakan pengembangan dalam perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari tindak pidana narkotika jaringan Sutrisno alias Babe (61) dan anaknya Sulistyowati (28).

Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen Pol Tri Agus Heru saat gelar perkara di Joho, Mojolaban, Sukoharjo, Kamis (1/2/2018) mengatakan, BNNP Jawa Tengah mengembangkan penanganan perkara TPPU yang berasal dari tindak pidana narkotika jaringan Sutrisno alias Babe. Pengungkapan kasus dilakukan pada 27 Januari 2017 di Stasiun Balapan, Solo. Barang bukti yang diamankan petugas yakni sabu sebanyak 1 kilogram.

Petugas kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menangkap Sulistyo anak kandung Sutrisno alias Babe di rumahnya di Jatimalang RT 05 RW 02 Kelurahan Joho, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo.

Penangkapan dilakukan petugas setelah Sulistyowati masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang dikeluarkan BNNP Jawa tengah pada Februari 2017. Sulistyowati ditangkap karena berperan membantu ayahnya dalam mengoperasionalkan M Banking saat ayahnya menjalankan bisnis narkotika dari dalam LP Narkotika Nusakambangan, Cilacap.

Sulistyowati juga berperan menampung uang dari hasil kejahatan narkotika melalui rekening atas nama sendiri. Selain itu petugas juga menemukan dua nomor rekening lain atas nama orang lain yakni NSH dan TH.

“Uang hasil kejahatan narkotika tersebut kemudian dipakai Sulistyowati untuk membeli rumah di Jatimalang, Joho, Mojolaban, Sukoharjo dan sepeda motor,” ujarnya.

Selama dalam pelarian Sulistyowati mengaku berpindah tempat persembunyian mulai dari Sragen dan Surabaya, Jawa Timur. Tim BNNP Jawa Tengah berhasil mendeteksi keberadaan Sulistyowati dan menangkap bersangkutan setelah melakukan pencarian sejak bulan Februari sampai Oktober 2017.

“Tim BNNP Jawa Tengah juga melakukan penyitaan terhadap aset yang diduga berasal dari pencucian uang narkotika jaringan Sutrisno,” lanjutnya.

Brigjen Pol Tri Agus Heru menambahkan, perkara TPPU narkotika Sutrisno sudah ditangani penyidik BNNP Jawa Tengah. Berkasnya sudah dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah dan selanjutnya tersangka dan barang bukti akan dilimpahkan ke Kejaksaan untuk disidangkan di pengadilan.

Sutrisno terjerat pasal 3 Junto Pasal 10 subsider pasal 4 Junto Pasal 10 Undang Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. “Sutrisno sendiri sekarang masih menjalani hukuman penjara dengan vonis 31 tahun atas kasus sabu sebelumnya,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI